JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktor Omara Esteghlal mempertanyakan, kenapa kita membayar pajak. Omara kemudian berpendapat, banyak yang bilang hanya ada dua hal di dalam hidup ini yang tidak bisa dihindari, yaitu kematian dan pajak. "Lalu kenapa kita harus bayar pajak? Apa untungnya bagi kami?," kata kekasih Prilly Latuconsina itu, dikutip dari unggahan Instagramnya, Kamis (4/9/2025). Menurut Omara, idealnya tentu banyak. Bahkan bukan idealnya, tapi seharusnya. Seharusnya dengan masyarakat diwajibkan bayar pajak, dan dari sebagian penghasilan yang diambil oleh negara, akan ada keuntungan atau timbal-balik positif yang masyarakat rasakan. Di beberapa negara maju, pajak ini dibalas oleh pemerintah dengan pendidikan gratis yang berkualitas tinggi, jaminan kesehatan yang menyeluruh, transportasi umum yang efisien, infrastruktur yang mendukung, penyebaran kekayaan yang merata bagi seluruh rakyat. "Tentu, itu terdengar sangat jauh dari situasi yang kita lihat di negeri kita ini. Tapi setidaknya kita butuh yang sederhana saja," katanya. Jika wakil rakyat digaji oleh uang rakyat melalui pajak, maka seharusnya wakil rakyat mewakili rakyat, menyuarakan aspirasi rakyat dan mengusahakan keinginan rakyat. "Jika aparat digaji oleh duit kita, maka sejatinya mereka melindungi kita, dan melindungi negara kita," tegas dia. Maka jika wakil rakyat mendahului kenikmatan pribadi, dan institusi aparat melindungi pejabat dan menyerang rakyat, secara natural itu bisa dianggap penyalahgunaan dana yang rakyat berikan. "Itu adalah perbuatan yang korup," sambung dia. "WAKIL RAKYAT DAN INSTITUSI APARAT HARUS MEMBELA, MENDENGARKAN, MENGIKUTI, DAN MELINDUNGI RAKYAT. RAKYATLAH YANG SEHARUSNYA DI ATAS!," tutup Omara. Keterangan itu disampaikan Omara sambil unggah foto dirinya yang diedit pink dan hijau. Dia juga sertakan keterangan gambar, soal tanda wakil rakyat yang korupsi. "Tanda-tanda perwakilan rakyat yang korup meliputi penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan pribadi, seperti penyuapan, pemerasan, nepotisme, penggelapan uang negara, dan transaksi yang tidak transparan," tulis keterangan yang Omara cari di internet. Omara juga bagikan tangkapan layar website Direktorat Jendral Pajak (DJP). Isu yang dia soroti di laman itu adalah "Ke mana Uang Pajak Kita".