JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ange Postecoglou menjalani konferensi pers penuh tekanan setelah Nottingham Forest gagal meraih kemenangan dalam enam laga pertamanya bersama klub. Meski suaranya tetap tenang, manajer asal Australia itu tampil filosofis, mencoba menjelaskan penyebab buruknya performa tim sekaligus menegaskan pentingnya kemenangan sebelum laga melawan Newcastle akhir pekan ini. Saat masih melatih Tottenham, Postecoglou kerap melontarkan komentar tajam saat ditekan media. Namun kali ini ia memilih pendekatan berbeda. Meski kalah dari Midtjylland di Eropa, ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah membawa tim meraih hasil, bukan sekadar mencari simpati pendukung. Koneksi dengan fans memang menjadi masalah tersendiri. Pendahulunya, Nuno Espirito Santo dan Steve Cooper, berhasil menjaga hubungan dengan suporter. Sementara Postecoglou dianggap datang dengan "modal negatif" karena sejak awal tidak terlalu disukai fans. Meski sebagian besar fans sudah mulai frustrasi, di internal klub masih ada simpati terhadap Postecoglou. Banyak yang menilai hasil buruk Forest dipengaruhi oleh cedera pemain, kesalahan individu, dan penurunan performa beberapa pilar. Namun, kenyataannya, Forest baru sekali menang dari sembilan laga musim ini. Bagi para pendukung, situasi ini terasa ironis. Musim ini seharusnya menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah modern Forest: mereka kembali ke kompetisi Eropa setelah 30 tahun dan punya skuad yang disebut terkuat dalam beberapa dekade terakhir. Namun, kenyataan berbicara lain. Kedatangan Edu sebagai global head of football yang awalnya disambut positif justru disebut ikut memicu ketidakstabilan setelah kabarnya berselisih dengan Nuno. Meski bursa transfer dianggap sukses, performa tim justru menurun drastis Dengan jadwal berat melawan Newcastle, Chelsea, Porto, Bournemouth, dan Manchester United, masa depan Postecoglou di Forest semakin dipertanyakan. Para fans masih terpecah antara memberi waktu atau mendesak perubahan cepat.