JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Inovasi perabotan rumah tangga kini tidak lagi harus selalu dibeli dengan harga mahal. Tren pemanfaatan barang bekas sebagai alat bantu konstruksi kreatif kian digemari, salah satunya adalah teknik mengubah kursi plastik sederhana menjadi cetakan kompor semen yang sangat fungsional. Teknik ini menggabungkan kecerdikan desain dengan efisiensi biaya, menghasilkan alat masak yang tidak hanya kokoh tetapi juga memiliki nilai estetika industrial yang menarik. Proses dimulai dengan menyiapkan kursi plastik sebagai rangka luar. Bagian dalam kursi kemudian dilapisi dengan potongan styrofoam untuk membentuk rongga udara dan ruang pembakaran secara presisi. Penggunaan styrofoam ini sangat krusial karena materialnya yang mudah dibentuk namun cukup kuat menahan beban adukan semen sementara. Untuk memastikan kompor tahan lama dan tidak mudah retak akibat panas, ditambahkan rangka kawat besi di sela-sela adukan semen sebagai penguat struktural. Campuran material yang digunakan terdiri dari semen, pasir, dan air dengan komposisi yang tepat untuk memastikan kepadatan maksimal. Menariknya, penggunaan ember plastik di bagian tengah berfungsi sebagai pembentuk ruang utama tempat kayu bakar atau arang nantinya diletakkan. Setelah semen mengeras sempurna dalam waktu 24 hingga 48 jam, kursi plastik dan styrofoam dapat dilepaskan dengan mudah, menyisakan sebuah kompor beton yang solid. Kebaruan dari metode ini terletak pada kemudahannya bagi pemula karena tidak memerlukan keahlian pertukangan khusus atau cetakan besi yang mahal. Hasil akhirnya adalah kompor portabel yang sangat stabil, mampu menahan beban kuali besar, dan memiliki distribusi panas yang baik berkat dinding beton yang tebal. Inovasi ramah kantong ini membuktikan bahwa dengan sedikit kreativitas, barang-barang di sekitar kita bisa diubah menjadi solusi kebutuhan harian yang berkualitas tinggi dan tahan lama.*