JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Semut yang terus berbaris di dapur dapat diusir tanpa racun serangga, cukup memanfaatkan cuka, sabun, dan bahan alami dari rumah. Langkah pertama yang menentukan adalah membersihkan sumber makanan, sebab semut datang karena tertarik pada remah, tumpahan gula, dan sisa minyak. Tanpa pembersihan itu, cara apa pun hanya memberi hasil sementara karena semut akan kembali selama makanan masih mudah mereka jangkau. Cuka dan Air Sabun Hapus Jejak Semut di Lantai Dapur Cuka putih dicampur air dengan perbandingan satu banding satu lalu disemprotkan ke jalur semut, kemudian area tersebut dilap hingga bersih. Larutan ini menghapus jejak feromon yang dipakai semut untuk saling menunjukkan arah, sedangkan aroma cukanya hilang sendiri setelah kering. Alternatifnya, sedikit sabun cuci piring dilarutkan dalam air dan disemprotkan langsung ke barisan semut agar mati sekaligus hilang jejaknya. Kulit Jeruk Nipis hingga Kapur Tulis Jadi Penghalang Alami Semut menghindari aroma menyengat, sehingga kulit jeruk nipis, kayu manis, cengkih, daun mint, atau kopi bekas bisa diletakkan di jalur masuk. Merica atau bubuk cabai juga bisa dipakai, tetapi penggunaannya perlu hati-hati bila di rumah terdapat anak kecil atau hewan peliharaan. Garis tebal dari kapur tulis atau bedak yang digambar di jalur masuk umumnya membuat semut enggan melintasinya tanpa perlu bahan kimia. Umpan Boraks dan Celah Dinding: Jurus Terakhir Hentikan Koloni Jika semut tetap datang, boraks dengan sedikit gula atau madu dapat diletakkan di wadah kecil agar dibawa ke sarang dan memengaruhi koloni. Boraks tetap beracun jika tertelan, sehingga umpan ini harus dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan, atau dilewati bila ingin bebas bahan kimia. Celah di dinding, kusen jendela, dan sekitar pipa sebaiknya ditutup dengan sealant, lem, atau dempul supaya semut kehilangan jalur masuk. Bila semut masih muncul berhari-hari, barisan mereka dapat ditelusuri sampai sarang, lalu disiram air panas jika letaknya terjangkau.