JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah Anda lahir di tahun 1938, 1950, 1962, 1974, 1986, 1998, 2010 atau 2022? Jika ya, berarti Anda memiliki shio Macan. Lantas, bagaimana ramalan shio Macan di Tahun Ular Kayu 2025? Ahli Feng Shui Master Ferry Wong mengatakan, macan pada tahun 2025 akan terpengaruh oleh interaksi menyakitkan yang membawa masalah seperti harapan yang tidak terpenuhi, pengkhianatan, rasa tidak berterima kasih dan dimanfaatkan. "Lebih berhati-hati dan menetapkan batasan yang jelas. Perkuat identitas profesional dan kredibilitas dalam mengelola semua aspek kehidupan," kata Master Wong, dalam keterangan yang dirangkum pada Kamis (23/1/2025). Diimbau Master Wong, mereka yang bershio Macan agar waspada dengan pencurian, perampokan, kesempatan yang dirampas karena masalah keluarga atau hubungan. "Namun, bintang bangsawan, kemakmuran, kebajikan dan keberuntungan akan membantu menghilangkan dan mengubah yang negatif menjadi positif," katanya. Small Ciong Selain shio Monyet, ada shio lain yang masuk kategori "small ciong" yaitu shio Macan. Mereka yang bershio Macan diimbau sabar dan menghindari konflik. "Kendalikan emosi dan waspada keuangan," pesan Master Wong, dalam keterangannya, yang dirangkum pada Selasa (21/1/2025). Lantas, apa yang harus dilakukan apabila shio kita di tahun ini ciong? Diimbau Master Wong untuk berdoa, bersabar dan perbanyak amal. "Terus mencoba dan mencoba, tetap berada di jalan yang benar dan lurus. Pelajarilah pengetahuan baru dan terapkan kehidupan yang seimbang," pesan dia. Diimbau Master Wong, mereka yang ciong agar memperkuat energi yang positif. Selain itu diimbau untuk menemukan orang yang bisa menjadi mentor atau melatih diri dalam menjalani kehidupan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Tahun Ular Kayu 2025 merupakan waktu yang baik untuk fokus pada pengembangan diri secara intelektual dan spiritual. Peluang baru dan proyek menarik akan muncul, seperti kreativitas dan fleksibilitas akan sangat dihargai. Hubungan dengan orang dekat akan semakin kuat, sehingga merupakan waktu yang baik untuk membangun jaringan dan kolaborasi. "Tantangan menimbulkan tekanan yang muncul seperti terbabani, stres sehingga dibutuhkan adaptasi," katanya. Master Wong imbau, masyarakat waspada terhadap ego yang tinggi sehingga terlalu percaya diri dan melupakan orang lain.