JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Cuka putih dapur yang harganya murah ternyata bisa diracik menjadi pembersih kaca, cukup dicampur air dengan takaran satu banding satu. Campuran itu dimasukkan ke botol semprot kosong, kemudian dikocok pelan hingga menyatu sebelum disemprotkan ke permukaan kaca yang hendak dibersihkan. Air suling lebih dianjurkan sebagai pencampur karena tidak meninggalkan bercak mineral, sedangkan air biasa tetap bisa dipakai bila stoknya tidak ada. Sendok Teh Sabun Cuci Piring dan Minyak Lemon Jadi Bahan Tambahan Satu sendok teh sabun cuci piring bisa ditambahkan untuk kaca berminyak, sedangkan tetesan minyak esensial lemon meredam bau cuka. Larutan jadi ini sebaiknya diberi label agar tidak tertukar, lalu disimpan di tempat sejuk yang tidak terkena sinar matahari langsung. Kain Mikrofiber atau Koran Bekas Dipakai untuk Mengelap Kaca Cairan disemprotkan ke kaca, kemudian dilap dengan kain mikrofiber atau koran bekas secara zig-zag maupun melingkar sampai permukaannya benar-benar kering. Pembersihan di bawah terik matahari sebaiknya dihindari sebab cairan cepat menguap dan akhirnya meninggalkan garis-garis pada permukaan kaca. Bila hasilnya masih berbekas garis, penyebabnya biasanya adalah kain yang kurang bersih atau cairan yang disemprotkan terlalu banyak. Cuka Pekat Lima Menit untuk Kerak, tapi Jangan Campur dengan Pemutih Untuk noda membandel seperti bekas air keras atau kerak, cuka dipakai tanpa air, didiamkan lima menit, lalu dilap bersih. Cuka tidak boleh dicampur dengan pemutih atau hidrogen peroksida karena kombinasi keduanya dapat menghasilkan gas atau zat berbahaya. Larutan asam ini juga tidak cocok untuk kaca berlapis khusus seperti kaca film, batu alam semacam marmer, maupun permukaan kayu.