JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gaya hidup sehat sering kali diidentikkan dengan olahraga teratur atau rutinitas panjang di gym. Namun, banyak orang tidak memiliki waktu untuk melakukan olahraga formal setiap hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas singkat berintensitas tinggi dalam kehidupan sehari-hari ternyata dapat memberikan manfaat kesehatan yang besar, bahkan bagi mereka yang tidak pernah berolahraga secara resmi. Konsep ini dikenal sebagai Vigorous Intermittent Lifestyle Physical Activity (VILPA), sering juga disebut exercise snacking, microbursts activity, atau snacktivity. Intinya adalah melakukan aktivitas harian dengan tenaga lebih besar selama 1–2 menit, seperti naik tangga dengan cepat, berjalan tergesa-gesa, mengejar anak kecil, atau bermain aktif dengan hewan peliharaan. Profesor Mark Hamer dari University College London menjelaskan bahwa VILPA ditemukan setelah para peneliti menelaah pola gerak orang-orang yang tidak rutin berolahraga. Mereka menemukan bahwa sebagian orang tetap mencapai aktivitas fisik cukup tinggi dari kegiatan kecil sehari-hari. Meski singkat, aktivitas-aktivitas tersebut mampu meningkatkan detak jantung dan memberi dampak positif untuk kesehatan. Studi besar pada tahun 2022 terhadap lebih dari 25.000 orang di Inggris memperkuat temuan ini. Hanya dengan tiga hingga empat sesi VILPA berdurasi satu menit setiap hari, risiko kematian dini dapat menurun hingga 40%, sementara risiko kematian akibat penyakit jantung turun sampai 49%. Penelitian lanjutan bahkan menunjukkan bahwa empat menit aktivitas intens singkat per hari cukup untuk mengurangi dampak buruk kebiasaan duduk terlalu lama. Peneliti dari University of Sydney, Matthew Ahmadi, mengatakan bahwa VILPA merupakan cara praktis bagi orang-orang yang merasa tidak punya waktu untuk olahraga. Dengan sedikit meningkatkan intensitas saat berjalan, membersihkan rumah, atau berkebun, seseorang sudah dapat memperoleh manfaat kesehatan. Bahkan aktivitas sederhana seperti membawa belanjaan berat atau mempercepat langkah saat naik tangga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot. Tren ini menjadi penting karena banyak orang dewasa—terutama usia 40 tahun ke atas—tidak memenuhi standar aktivitas fisik yang dianjurkan WHO. Gaya hidup sedentari yang semakin umum meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian juga menemukan bahwa target 10.000 langkah per hari sebenarnya bukan kewajiban untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Studi berskala besar menunjukkan bahwa hanya dengan 2.500–2.700 langkah per hari, risiko penyakit jantung sudah dapat menurun. Hal ini menegaskan prinsip penting dalam kesehatan: “Sedikit aktivitas lebih baik daripada tidak sama sekali.” Lebih jauh lagi, beberapa penelitian mengaitkan VILPA dengan penurunan risiko kanker hingga 17–18%. Hal ini karena aktivitas intens singkat membantu menurunkan peradangan tubuh serta memperbaiki metabolisme gula dan lemak. Para ilmuwan berharap VILPA dapat menjadi langkah awal bagi orang-orang yang sulit memulai olahraga teratur. Aktivitas kecil ini mungkin membantu mereka secara bertahap membangun kebiasaan menuju 150 menit aktivitas sedang setiap minggu. Jika masyarakat luas mulai menerapkan microbursts dalam kegiatan sehari-hari, dampaknya terhadap kesehatan umum bisa sangat besar. Pada akhirnya, VILPA membuktikan bahwa perubahan kecil tetap berarti. Menyempatkan diri naik tangga, berjalan lebih cepat ketika belanja, bermain aktif dengan hewan peliharaan, atau bergerak lebih bersemangat saat melakukan pekerjaan rumah, semua itu dapat membawa kita menuju hidup yang lebih sehat dan lebih panjang.