JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Berita mengenai kematian seorang siswa kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, yang diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelas tentu menjadi perhatian serius. Dalam berita tersebut, pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa kasus tersebut masih ditelusuri dan meminta laporan dari pihak terkait agar informasi yang diperoleh benar-benar lengkap. Langkah tersebut penting karena sebuah kasus tidak seharusnya langsung disimpulkan hanya berdasarkan informasi awal. Jika dikaitkan dengan teori belajar humanisme, pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada nilai atau kemampuan akademik siswa. Anak juga membutuhkan rasa aman, perhatian, dan lingkungan yang membuat mereka nyaman untuk belajar. Ketika seorang anak merasa takut atau tertekan di sekolah, proses belajarnya tentu dapat terganggu. Sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak untuk berkembang, berteman, dan mengenal dirinya sendiri dengan baik. Dalam berita tersebut, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Hal ini sejalan dengan pendekatan humanisme yang menempatkan kebutuhan dan perkembangan anak sebagai hal penting dalam pendidikan. Setiap anak memiliki kondisi dan karakter yang berbeda sehingga cara menghadapi masalah di sekolah juga tidak bisa selalu disamakan. Anak perlu dibimbing agar memahami kesalahan dan belajar memperbaiki perilakunya, bukan hanya mendapatkan hukuman. Pencegahan perundungan juga tidak cukup dilakukan setelah kejadian terjadi. Guru, sekolah, orang tua, dan siswa perlu bekerja sama untuk menciptakan kebiasaan saling menghargai. Hal-hal sederhana, seperti mengajarkan siswa untuk tidak mengejek teman, menghargai perbedaan, berani meminta bantuan ketika mengalami masalah, dan mau mendengarkan orang lain, dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik. Kasus di Pemalang ini menjadi pengingat bahwa keamanan siswa merupakan bagian dari proses pendidikan. Keberhasilan pendidikan bukan hanya ketika siswa mendapatkan nilai yang bagus, tetapi juga ketika siswa dapat belajar tanpa merasa takut dan dapat tumbuh menjadi pribadi yang menghargai orang lain. Penerapan nilai-nilai humanisme di sekolah penting agar pendidikan benar-benar memperhatikan anak sebagai manusia, bukan hanya sebagai peserta didik.