PURBALINGGA, NETRALNEWS.COM– Sepatu Anton Dwi Setyawan sudah jebol di beberapa bagian. Solnya tak lagi utuh. Namun, siswa SMP Negeri 4 Karangmoncol, Purbalingga, itu tetap mengenakannya ke sekolah. Ia tak malu. Sepatu yang telah lama menemaninya tak menghalangi Anton tampil percaya diri, termasuk ketika mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan. Anton merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai juru parkir. Di sekolah, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan, di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran dan Seni (MAPSI). Pada Jumat (31/7/2026) bertempat di SMPN 1 Karangmoncol, sepatu lama itu akhirnya berganti. Anton bersama 99 siswa lainnya dari enam sekolah menengah pertama di Kecamatan Karangmoncol menerima sepasang sepatu sekolah baru. Mereka berasal dari SMP Negeri 1 Karangmoncol, SMP Negeri 2 Karangmoncol, SMP Negeri 3 Karangmoncol, SMP Negeri 4 Karangmoncol, SMP Negeri 5 Satu Atap Karangmoncol, dan SMP Diponegoro Karangmoncol. Bagi Anton, sepasang sepatu baru itu datang pada waktu yang tepat. Ia tak lagi harus mengandalkan sepatu lama yang sudah rusak untuk mengikuti pelajaran, kegiatan sekolah, maupun perlombaan yang menjadi kegemarannya. Sepatu itu dibagikan Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif. Ia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmennya mengembalikan gaji dan tunjangan yang diterimanya sebagai bupati kepada masyarakat Purbalingga yang membutuhkan. “Nah, kali ini kami kembalikan salah satunya dalam bentuk sepatu sekolah untuk siswa-siswi di Karangmoncol yang membutuhkan. Saat ini mungkin sepatunya sudah tidak layak untuk bersekolah karena rusak, jebol, dan lain-lain,” kata Fahmi. Fahmi menyadari, nilai sepasang sepatu mungkin tidak seberapa jika dihitung dengan rupiah. Namun, ia melihat ada makna yang lebih besar di balik bantuan tersebut. Sepatu itu, menurut dia, menjadi simbol harapan dan cita-cita yang dititipkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus Purbalingga. “Sepasang sepatu, sejuta harapan. Karena di balik pemberian sepatu ini ada harapan, ada cita-cita, ada masa depan kepada generasi muda yang nanti akan turut serta berkontribusi pada pembangunan Purbalingga,” ujarnya. Bantuan tersebut juga menjadi cara Fahmi mengingatkan bahwa pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemimpin hari ini. Anak-anak yang menerima sepatu itu kelak akan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah Purbalingga. Di sela pembagian sepatu, Fahmi juga membagikan sejumlah hadiah kepada siswa yang berani maju dan menjawab pertanyaan yang diajukannya. Salah satu siswa SMP Negeri 1 Karangmoncol, Rindi Antika, beruntung membawa pulang hadiah kejutan berupa satu unit sepeda setelah berhasil menjawab dua pertanyaan yang diberikan Fahmi. Bantuan untuk anak-anak Karangmoncol tidak berhenti pada pembagian sepatu. Fahmi mengatakan, pada Oktober mendatang akan ada program dengan cakupan lebih besar berupa bantuan sepatu dan perlengkapan sekolah melalui program Purbalingga Gotong Royong. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau anak-anak yang belum menerima bantuan pada pembagian kali ini.