DEPOK, 29 September 2026 — Hari kedua rangkaian kegiatan PROPEKA (Program Pengenalan Kampus) Institut SEBI Depok kembali berlangsung dengan penuh semangat. Bertempat di Aula SEBI, Kampus Institut SEBI, Depok, kegiatan hari kedua ini diisi dengan agenda Sosialisasi Etika Mahasiswa yang menghadirkan dua pemateri inspiratif, yaitu Ustadz Fahmi Syahbudin, SEI, MM dan Bu Erna Maryna, SE.I, keduanya merupakan dosen di Institut SEBI. Acara yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026 ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa baru untuk memahami hakikat menjadi mahasiswa “seutuhnya”—bukan hanya mengejar ilmu, tetapi juga membangun karakter dan etika yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Meluruskan Niat: Langkah Pertama Menjadi Mahasiswa Sejati Membuka sesi sosialisasi, para pemateri mengajak mahasiswa baru untuk memikirkan kembali tujuan utama mereka datang ke kampus. Menurut Ustadz Fahmi dan Bu Erna, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memasukkan apa yang sebenarnya dicari dan kebenaran niat sejak awal. “Kita harus menjalankannya dengan niat yang baik, karena jika hati selalu berniat baik, Allah akan mempertemukan kita dengan hal yang baik, orang-orang baik, tempat yang baik, dan kesempatan berbuat baik,” pesan para pemateri. Mereka menegaskan bahwa etika yang diterapkan di kampus bukanlah aturan yang santai, melainkan berasal dari Allah dan ditujukan untuk kebaikan siswa itu sendiri. Semua yang datang dari Allah adalah kebaikan, di mana kita diatur mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Maka insya Allah, di SEBI pun mahasiswa dibimbing dengan panduan Etika Mahasiswa. Etika Dasar Mahasiswa SEBI: Ridho Allah sebagai Tujuan Utama Dalam paparannya, para pemateri menjelaskan bahwa Etika Dasar Mahasiswa SEBI salah satunya adalah menjadikan ridho Allah SWT sebagai tujuan utama dan meneladani Rasulullah SAW. Lalu, kepada siapa saja kita harus beretika? Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa kewajiban beretika tidak terbatas pada satu pihak saja, melainkan mencakup: Mentor dan Lembaga, Pengurus baru ORMAWA, Teman dan masyarakat Selain itu, kewajiban mahasiswa juga mencakup beriman kepada Allah, menjunjung tinggi hukum yang berlaku di Indonesia, norma masyarakat, etika pengetahuan, serta etika mahasiswa SEBI dengan penuh tanggung jawab. Membangun Kekeluargaan di Antara Mahasiswa Etika khusus antar sesama siswa, para pemateri mengimbau agar siswa baru senantiasa menjaga suasana kekeluargaan. Beberapa hal yang ditekankan antara lain: Membiasakan belajar Bersama, Berkompetisi secara sehat, Saling menasihati, Menghindari sikap tercela maupun perbuatan tidak terpuji Selain itu, siswa juga diingatkan untuk menghargai pendapat siswa lain, bermusyawarah ketika terjadi gangguan, menghindari fanatisme, serta berinteraksi dengan lawan jenis dengan tetap menjaga kesopanan, kesucian, dan etika. Adab di Atas Etika Dalam sesi penutup, Bu Erna Maryna mengingatkan tentang bahaya pelanggaran sebagaimana yang tersirat dalam QS. Al-Baqarah : 35. Menurutnya, jika kita melanggar tentu ada konsekuensinya, sedangkan rezeki kita akan semakin banyak jika kita patuh kepada orang tua. Bu Erna juga menyampaikan sebuah pesan penting: "adab berada di atas etika, tetapi saat ini istilah lazim digunakan, sebagaimana sila dalam negara kita juga memakai kata adab karena adab yang menguraikan hubungan langsung dengan Allah dan Rasul." Penutup Sosialisasi Etika Mahasiswa pada hari kedua PROPEKA ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa baru Institut SEBI dalam membangun karakter dan integritas. Dengan memahami etika dan adab yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, diharapkan lahir generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia secara akhlak. Dalam hal ini, Institut SEBI terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang beriman, berilmu, dan berdampak bagi umat dan masyarakat.