BARRU, NETRALNEWS.COM – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ir. H. Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc., menggelar reses di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Rabu (29/7/2026). Reses ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Teguh mendengar langsung berbagai aspirasi sekaligus memaparkan program pembangunan yang telah diperjuangkan untuk Kabupaten Barru. Kegiatan itu dihadiri mantan Bupati Barru yang juga Ketua DPD Partai NasDem Barru, Ir. H. Suardi Saleh, M.Si. Hadir pula Sekretaris Camat Mallusetasi yang mewakili camat, Kapolsek Mallusetasi, kepala desa, tokoh masyarakat, pengurus Partai NasDem, serta ratusan warga. Tokoh masyarakat, Dr. Andi Abdul Malik, mengapresiasi berbagai program yang dinilai telah dirasakan manfaatnya oleh warga. Ia mengutip hadis Khairunnas anfa'uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama. Menurutnya, kalimat itu layak disematkan kepada Teguh Iswara Suardi. Abdul Malik menilai bantuan rumah layak huni menjadi salah satu program yang paling dirasakan masyarakat. Selain itu, pembangunan penerangan jalan umum juga disebut membawa perubahan besar. "Jangan sampai ekonomi kota maju, tetapi kampung tetap gelap. Sekarang jalur Barru hingga perbatasan Parepare dan Maros sudah terang. Kami merasakan manfaatnya," ujarnya. Ia berharap perjuangan menghadirkan program pembangunan terus berlanjut demi kepentingan masyarakat Barru. Sementara itu, Suardi Saleh mengatakan seorang anggota DPR memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Namun menurutnya, Teguh memiliki cara sederhana menjelaskan tugas tersebut kepada masyarakat. "Beliau selalu mengatakan anggota DPR adalah jembatan harapan masyarakat kepada pemerintah pusat," kata Suardi. Ia juga mengapresiasi komitmen Teguh yang dinilai rutin turun menemui masyarakat sejak masa kampanye hingga kini. Suardi menyebut sejumlah program sudah mulai dirasakan warga. Mulai dari rumah layak huni, sanitasi hingga penerangan jalan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa seluruh program pemerintah memiliki syarat dan harus melalui proses verifikasi. Suardi juga berharap Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Perhubungan segera memperbaiki lampu jalan yang dibangun melalui APBD tetapi kini tidak lagi berfungsi. "Kalau dari pusat membangun lampu baru, maka daerah bertugas menjaga dan memeliharanya," ujarnya. Dalam sambutannya, Teguh Iswara Suardi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang tetap memberikan kepercayaan kepadanya sebagai wakil rakyat di DPR RI. Ia mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk terus kembali ke Barru membawa program pembangunan. Menurut Teguh, sekitar 40 ribu dari total 60 ribu suara yang diperolehnya pada Pemilu 2024 berasal dari Kabupaten Barru. "Itulah sebabnya saya merasa berkewajiban membawa sebanyak mungkin program untuk Barru," katanya. Teguh juga mengenang almarhumah ibundanya, drg. Hj. Hasnah Syam, MARS, yang pernah menjadi Anggota DPR RI. Ia menegaskan akan melanjutkan semangat pengabdian orang tuanya dengan menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat. Selama hampir dua tahun menjabat, Teguh mengklaim telah memperjuangkan lebih dari seribu unit rumah layak huni untuk masyarakat Barru. Pada tahun pertama sekitar 400 unit berhasil dialokasikan. Sedangkan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 600 hingga 700 unit. Selain itu, sekitar 150 titik penerangan jalan umum telah dibangun di berbagai wilayah Barru. Sebagian besar diprioritaskan di Kecamatan Mallusetasi karena tingginya angka kecelakaan akibat minimnya penerangan. Ia juga menargetkan penambahan sekitar 100 titik lampu jalan baru pada 2027. Tak hanya itu, Teguh menyebut telah menghadirkan sekitar 440 unit bantuan sanitasi, program air bersih di tiga lokasi, pembangunan jalan di enam titik, bantuan alat mesin pertanian, bantuan nelayan, hingga lebih dari 500 beasiswa pendidikan. Di sektor transportasi, ia mengaku terus mendorong pengembangan jalur Kereta Api Trans Sulawesi serta pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Soppeng Riaja. Dalam sesi dialog, warga Desa Manuba, Awaludin, meminta pembangunan jalan dan jembatan menuju dusunnya dilanjutkan. Menurutnya, akses yang ada saat ini memaksa warga memutar hingga belasan kilometer. Ia juga mengusulkan rehabilitasi Bendung Alakam, pemasangan lampu jalan, serta bantuan toilet bagi warga Desa Manuba. Aspirasi serupa disampaikan warga Dusun Samanoga, Adil. Ia meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan yang menghubungkan Dusun Alakang dengan wilayah lainnya karena kondisinya sudah rusak dan membahayakan pengguna jalan. Menanggapi seluruh usulan tersebut, Teguh menegaskan setiap program pemerintah memiliki mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi. Persoalan status lahan dan kelengkapan administrasi, kata dia, masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan berbagai proyek pembangunan. "Semua aspirasi akan kami tampung dan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang kami miliki. Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar bisa dicarikan solusi terbaik," tutup Teguh.