BARRU, NETRALNEWS.COM - Kepala Kepolisian Resor Barru, Ananda Fauzi Harahap, melaksanakan Safari Ramadan dengan mengikuti salat tarawih berjemaah di Masjid Nurul Aini, Desa Lipukasi, Kabupaten Barru, Selasa, 3 Maret 2026. Malam itu, suasana masjid tampak lebih ramai dari biasanya. Selain warga setempat, sejumlah pejabat daerah ikut hadir dalam kegiatan yang menjadi agenda rutin Polres Barru selama Ramadan. Di antara yang terlihat adalah Kapolsek Tanete Rilau, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru, serta Kepala Desa Lipukasi. Tokoh masyarakat dan tokoh agama juga memenuhi saf-saf salat. Bagi Ananda, Safari Ramadan bukan sekadar kunjungan seremonial. Momentum ini, kata dia, menjadi ruang untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat secara langsung kepada warga. Usai salat tarawih, ia berdiri di hadapan jemaah dan menyinggung tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi informasi. Arus informasi yang begitu cepat, menurut dia, kerap membawa dampak yang tidak sederhana. Ia mengingatkan bahwa informasi yang beredar di internet dapat memengaruhi kehidupan sosial dan bahkan stabilitas berbangsa. Karena itu, masyarakat diminta lebih dewasa dalam menyikapi setiap kabar yang diterima. “Di era digital sekarang ini kita harus menyadari bahwa yang menyebar di internet dapat mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara. Makanya perlu kedewasaan agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar,” ujarnya. Ananda menilai literasi digital menjadi kebutuhan yang mendesak. Tanpa kemampuan menyaring informasi, warga mudah terjebak dalam pusaran hoaks yang berpotensi memecah belah. Selain persoalan disinformasi, ia juga menyoroti maraknya tindak kejahatan penipuan daring. Modusnya beragam, mulai dari investasi fiktif hingga undian berhadiah yang dikirim melalui pesan singkat dan media sosial. Menurut dia, Polres Barru telah melakukan sosialisasi ke berbagai wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan online. Pencegahan, kata dia, menjadi langkah penting agar warga tidak menjadi korban. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan. Bulan suci, menurutnya, seharusnya menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta memperkuat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan,” kata dia. Safari Ramadan di Lipukasi itu menandai pendekatan persuasif yang ditempuh kepolisian. Di tengah suasana ibadah, pesan keamanan disampaikan dengan nada ajakan bahwa ancaman kini tak hanya hadir di ruang publik, tetapi juga di ruang digital yang ada di genggaman.