DAMASKUS - Pergerakan warga Suriah yang sebelumnya meninggalkan rumah akibat kekerasan dan mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsian kini mulai berbalik. Kondisi tersebut memunculkan tantangan baru di wilayah tempat para pengungsi kembali, menurut badan kemanusiaan PBB pada Selasa (29/9). Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat hampir 39.000 orang telah meninggalkan tempat-tempat pengungsian hanya dalam periode Juli dan Agustus. "Kepulangan ini merupakan pertanda positif, tetapi kebutuhan semakin bergeser dari kamp-kamp ke komunitas tempat warga kembali, dengan rumah-rumah yang rusak, layanan dasar yang terbatas, serta kurangnya lapangan kerja mempersulit keluarga untuk membangun kembali kehidupan mereka," kata OCHA. Bersama para mitranya, PBB kini membantu memulihkan berbagai layanan dasar di wilayah yang menjadi tujuan kepulangan. Bantuan tersebut mencakup pemulihan jaringan air dan listrik, rumah sakit, sekolah, toko roti, jalan, hingga rumah warga. OCHA mencontohkan wilayah Aleppo dan Idlib. Di kedua daerah tersebut, lebih dari 120.000 orang kini mendapatkan akses yang lebih baik terhadap roti. Sementara itu, fasilitas tambahan yang sedang disiapkan diperkirakan dapat memberikan manfaat bagi 320.000 orang lainnya. Di luar dukungan bagi komunitas yang menerima warga yang kembali, bantuan kemanusiaan juga tetap disalurkan ke berbagai wilayah di Suriah. OCHA melaporkan bahwa sepanjang Januari hingga Juli, rata-rata 2,5 juta orang setiap bulan menerima bantuan. Bantuan itu mencakup makanan, layanan kesehatan, tempat tinggal, air bersih, dan pendidikan. Dalam periode yang sama, sekitar 120 juta dolar AS atau setara Rp2,15 triliun (1 dolar AS = Rp17.922) disalurkan kepada keluarga dalam bentuk bantuan tunai dan voucer. Meski demikian, kebutuhan kemanusiaan di Suriah masih sangat besar. OCHA menyebut lebih dari 15 juta orang masih memerlukan bantuan, sedangkan rencana respons kemanusiaan dengan nilai 2,9 miliar dolar AS baru memperoleh pendanaan kurang dari sepertiga. "Pendanaan yang berkelanjutan dan fleksibel sangat penting baik untuk menjaga agar bantuan penyelamat jiwa tetap berjalan maupun untuk membantu orang-orang yang kembali ke rumah mereka membangun kembali kehidupan mereka," kata kantor tersebut.