SEOUL - Direktur Departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea Kim Yo Jong menuduh Korea Selatan (Korsel) kembali melakukan "provokasi" terhadap Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) setelah terjadinya ledakan ranjau di kawasan dekat perbatasan. Pernyataan tersebut dilaporkan media pemerintah RRDK pada Rabu (30/9). Melalui pernyataan pers yang dimuat Korean Central News Agency (KCNA), Kim menuding Seoul berupaya melepaskan tanggung jawab atas ledakan ranjau darat tersebut. Ia juga menuduh Korsel merekayasa "bukti material" untuk memperkuat klaimnya dan menyebut tindakan itu sebagai sesuatu yang "konyol". Kim memperingatkan bahwa Korsel harus mempertanggungjawabkan tindakan yang disebutnya sebagai provokasi tersebut. Sebelumnya, tiga tentara Korsel dari Divisi ke-25 Angkatan Darat mengalami luka ketika menjalankan misi di wilayah zona demiliterisasi yang berada di sisi Korsel. Kantor Berita Yonhap melaporkan kejadian tersebut pada 21 September dengan mengutip sumber dari kalangan militer Korsel. Presiden Korsel Lee Jae Myung pada Selasa (29/9) telah memerintahkan dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait ledakan ranjau darat tersebut. Lee mengatakan Korsel akan menentukan langkah yang diperlukan setelah hasil penyelidikan mengenai insiden tersebut diperoleh.