YERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (29/8) menyampaikan kecaman terhadap aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah pemukim Israel di wilayah Tepi Barat. Ia menilai serangan yang terjadi di desa Qusra dan Jalud, Palestina, sebagai tindakan kriminal dan meminta aparat segera menindak pelaku yang terlibat. "Saya mengecam keras tindakan kekerasan kriminal yang dilakukan di desa Qusra dan Jalud," kata Netanyahu dalam pernyataannya, seraya menyebut para penyerang sebagai "segelintir perusuh yang melanggar hukum." Menurut Netanyahu, insiden tersebut tidak hanya berdampak pada situasi keamanan di lapangan, tetapi juga merugikan citra Israel di mata internasional. Ia menambahkan bahwa aksi tersebut turut mengganggu operasi militer yang sedang berlangsung di Tepi Barat. Pernyataan itu muncul setelah sejumlah warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan pemukim Israel di beberapa lokasi di Tepi Barat pada Sabtu. Berdasarkan laporan yang beredar, puluhan pemukim Israel yang menutupi wajah mereka memasuki wilayah Qusra dan menyerang sejumlah warga Palestina. Peristiwa itu menjadi bagian dari rangkaian kekerasan terbaru yang melibatkan kelompok pemukim. Sementara itu, di Jalud yang berada tidak jauh dari Qusra, pemukim dilaporkan menyerang sebuah keluarga Palestina serta sejumlah jurnalis asing. Aktivis Bashar al-Qaryouti menyebut para pelaku merusak kendaraan dan melakukan kekerasan fisik terhadap anggota kru media yang berada di lokasi. Data dari sumber Palestina dan Israel menunjukkan lebih dari 500.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat yang diduduki Israel sejak 1967. Di wilayah yang sama, terdapat sekitar 3,4 juta warga Palestina. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat lebih dari 1.330 serangan pemukim yang menyebabkan korban jiwa, luka-luka, atau kerusakan properti milik warga Palestina sejak awal 2026 hingga akhir Juli. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata lebih dari enam insiden setiap hari. Di sisi lain, Komisi Nasional untuk Menolak Tembok dan Permukiman yang berada di bawah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) melaporkan bahwa pasukan dan pemukim Israel melakukan 2.256 serangan terhadap warga Palestina beserta properti mereka di Tepi Barat hanya sepanjang Juli.