SEOUL - Proporsi penduduk lanjut usia (lansia) di Korea Selatan (Korsel) telah mencapai 21,6 persen dari keseluruhan populasi pada 2026. Kondisi tersebut mencerminkan semakin cepatnya proses penuaan penduduk di negara itu, berdasarkan data Kementerian Data dan Statistik Korsel yang dirilis pada Kamis (1/10). Kementerian tersebut mencatat jumlah warga berusia 65 tahun ke atas mencapai 11,125 juta jiwa pada 2026. Angka itu setara dengan 21,6 persen dari total penduduk Korsel. Status masyarakat super lanjut usia secara resmi disandang Korsel sejak tahun lalu, ketika persentase penduduk lansia mencapai 20,3 persen dan melampaui batas 20 persen. Setelah itu, laju penuaan populasi terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan proyeksi kementerian, penduduk berusia 65 tahun ke atas diperkirakan mencapai lebih dari 30 persen dari total populasi pada 2036. Persentasenya kemudian diprediksi menembus 40 persen pada 2050. Sementara itu, rasio ketergantungan lansia, yang membandingkan jumlah penduduk lansia dengan populasi usia produktif 15-64 tahun, diproyeksikan meningkat dari 31,3 pada 2026 menjadi 50,1 pada 2036. Angka tersebut diperkirakan kembali naik hingga 100,8 pada 2066. Dari sisi rumah tangga, sebanyak 6,507 juta rumah tangga pada 2026 tercatat memiliki kepala rumah tangga berusia 65 tahun atau lebih. Jumlah itu setara dengan 28,8 persen dari keseluruhan rumah tangga di Korsel. Rumah tangga lansia yang hanya terdiri atas satu orang menjadi kelompok terbesar, dengan proporsi 38,0 persen. Selanjutnya, rumah tangga yang dihuni pasangan suami istri mencatat proporsi 35,1 persen. Kementerian memperkirakan jumlah rumah tangga dengan kepala rumah tangga berusia 65 tahun ke atas akan melewati 10 juta pada 2038. Proporsi kelompok tersebut terhadap keseluruhan rumah tangga juga diproyeksikan melampaui 50 persen pada 2052.