JAKARTA, NETRALNEWS- Sudah punya ijazah, tetapi lamaran kerja belum juga membuahkan hasil? Bagi banyak fresh graduate, mencari pekerjaan pertama memang tidak semudah yang dibayangkan. Persaingan semakin ketat, sementara perusahaan kini tidak hanya melihat nilai akademik atau gelar di CV. Setelah bertahun-tahun kuliah, mendapatkan pekerjaan seharusnya menjadi langkah berikutnya. Namun, kenyataannya banyak lulusan baru masih harus melewati proses panjang sebelum mendapatkan pekerjaan pertama. Bahkan, laporan terbaru menunjukkan sebagian perusahaan mulai mempertanyakan kesiapan kerja fresh graduate. Salah satu hal yang menjadi perhatian bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga soft skill seperti komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi. Lantas, sebenarnya apa yang dicari perusahaan dari Gen Z? Ijazah Saja Tidak Selalu Cukup Memiliki gelar sarjana tentu penting, tetapi perusahaan biasanya membutuhkan lebih dari sekadar latar belakang pendidikan. Dunia kerja memiliki situasi yang berbeda dengan lingkungan perkuliahan. Seorang karyawan tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan, bekerja bersama orang lain, dan menyelesaikan masalah ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai rencana. Inilah mengapa pengalaman magang, organisasi, proyek, atau pekerjaan freelance bisA menjadi nilai tambah bagi fresh graduate. Penelitian terbaru di Indonesia juga menunjukkan bahwa pengalaman magang dan keterampilan teknis berhubungan positif dengan kesiapan kerja fresh graduate Gen Z. Kemampuan Berkomunikasi Jadi Nilai Penting Bayangkan seorang kandidat memiliki kemampuan teknis yang bagus, tetapi kesulitan menjelaskan ide, menerima masukan, atau berkomunikasi dengan rekan kerja. Di tempat kerja, kemampuan seperti itu bisa menjadi masalah. Karena itu, perusahaan semakin memperhatikan bagaimana seseorang berkomunikasi, bekerja dalam tim, menerima kritik, dan menyampaikan pendapat secara profesional. Bukan berarti Gen Z tidak memiliki kemampuan tersebut. Tantangannya adalah bagaimana kemampuan itu terlihat dan bisa dibuktikan selama proses rekrutmen. Perusahaan juga mencari orang yang mau belajar Tidak semua fresh graduate akan langsung menguasai pekerjaan baru. Perusahaan tentu memahami bahwa lulusan baru masih membutuhkan proses belajar. Namun, mereka ingin melihat apakah kandidat memiliki kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting karena dunia kerja terus berubah, terutama dengan perkembangan teknologi dan AI. Yang artinya, kemampuan menggunakan teknologi saja mungkin belum cukup. Kita juga perlu tahu kapan harus menggunakannya, bagaimana memeriksa hasilnya, dan bagaimana tetap menggunakan kemampuan berpikir kritis. Pengalaman Tidak Harus Selalu Berupa Pekerjaan Salah satu kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate adalah merasa tidak punya pengalaman hanya karena belum pernah bekerja secara full-time. Padahal, pengalaman bisa berasal dari banyak hal. Pernah mengikuti organisasi, menjadi panitia acara, mengerjakan proyek kuliah, mengikuti magang, menjadi freelancer, membuat konten, atau mengelola usaha kecil juga bisa menunjukkan keterampilan tertentu. Yang penting bukan hanya apa yang pernah dilakukan, tetapi apa yang dipelajari dari pengalaman tersebut. Misalnya, pengalaman menjadi panitia bisa menunjukkan kemampuan bekerja sama dan mengatur waktu. Pengalaman freelance dapat menunjukkan tanggung jawab dan kemampuan berkomunikasi dengan klien. Jadi, Apa yang harus dipersiapkan Gen Z? Mencari pekerjaan pertama memang membutuhkan kesabaran. Namun, fresh graduate juga bisa meningkatkan peluangnya dengan memperkuat beberapa hal: kemampuan komunikasi, keterampilan teknis yang sesuai bidang, pengalaman praktis, kemampuan bekerja sama, serta kemauan untuk terus belajar. Pemerintah sendiri pada 2026 menjalankan Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi yang menyasar 150.000 fresh graduate perguruan tinggi, dengan tujuan memperkuat kompetensi, pengalaman kerja, dan kesiapan generasi muda memasuki pasar kerja. Pada akhirnya, menjadi fresh graduate bukan berarti harus sudah bisa melakukan semuanya. Perusahaan mungkin tidak mencari kandidat yang sempurna. Mereka mencari seseorang yang memiliki dasar kemampuan yang baik, bisa bekerja dengan orang lain, mau belajar, dan mampu berkembang ketika diberi kesempatan. Jadi, kalau saat ini lamaran kerja belum juga mendapat jawaban, jangan langsung menganggap gelar yang dimiliki tidak berguna. Mungkin sudah waktunya melihat kembali: bukan hanya apa yang tertulis di ijazah, tetapi keterampilan apa yang benar-benar bisa kita tawarkan kepada perusahaan.