IAKARTA - Manchester United belum juga mengumumkan siapa sosok yang akan mengisi kursi pelatih kepala sementara usai berakhirnya kerja sama dengan Ruben Amorim pada awal pekan ini. Di tengah pencarian tersebut, satu nama mulai mencuat dan mendapat perhatian serius dari internal klub: Darren Fletcher. Fletcher yang saat ini menjabat sebagai pelatih tim U-18 Manchester United dipercaya menangani tim utama dalam dua pertandingan terakhir. Kepercayaan itu tidak disia-siakan. Performa tim dinilai cukup solid, sehingga membuka peluang bagi mantan gelandang timnas Skotlandia tersebut untuk terus melanjutkan peran sebagai caretaker hingga akhir musim. Manajemen Setan Merah sejatinya masih mempertimbangkan dua kandidat utama lain, yakni Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick. Solskjaer bahkan telah melakukan pertemuan langsung dengan CEO klub, Omar Berrada, serta direktur sepak bola Jason Wilcox di Carrington. Sementara Carrick lebih dulu menjalin komunikasi dengan jajaran petinggi klub di Old Trafford. Meski begitu, kans Fletcher tak bisa dianggap remeh. Dampak positif yang ia berikan dalam waktu singkat membuat namanya mulai masuk dalam diskusi internal. Peluang tersebut bisa semakin besar apabila ia mampu membawa Manchester United meraih kemenangan atas Brighton pada laga putaran ketiga Piala FA yang digelar di Old Trafford akhir pekan ini. Fokus Menjalani Peran Saat Ini Kendati namanya mulai ramai diperbincangkan, Fletcher menegaskan dirinya tidak terpengaruh oleh spekulasi. Ia mengaku sepenuhnya fokus menjalankan tugas yang sedang diemban dan tidak terlalu memikirkan kemungkinan naik jabatan menjadi pelatih kepala sementara. Fletcher menyebut dirinya telah lama mempersiapkan diri untuk menjadi manajer di level senior. Pengalaman panjang sebagai pemain profesional, ditambah lima tahun terakhir yang dihabiskan untuk belajar dari berbagai pelatih dan staf berpengalaman di Manchester United, membuatnya merasa lebih siap dibandingkan sebelumnya. “Saya merasa nyaman berada di sini dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” ungkap Fletcher. Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa dirinya menikmati peran dalam pengembangan pemain muda dan tidak akan merasa kecewa jika kembali sepenuhnya fokus di akademi. Menyikapi Situasi Secara Realistis Di sisi lain, Fletcher juga bersikap realistis terhadap kemungkinan yang ada. Ia menyadari bahwa menjadi pelatih kepala Manchester United bukan hanya soal taktik dan hasil pertandingan, tetapi juga menyangkut banyak faktor di luar lapangan. Sebagai ayah dari empat anak yang masih kecil, ia memahami betul tuntutan besar yang menyertai posisi tersebut. Menariknya, Fletcher sempat diingatkan pada pernyataannya di tahun 2018, ketika Manchester United menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih interim setelah memecat Jose Mourinho. Kala itu, Fletcher menilai situasi tersebut bukan kondisi ideal bagi klub sebesar United. Menanggapi hal itu, Fletcher mengakui bahwa sudut pandangnya saat itu berbeda karena ia belum berada di dalam struktur klub seperti sekarang. Kini, ia memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada manajemen.