JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Buat para pemain MLBB di tanah air, Asian Games 2026 kali ini spesial banget. Mobile Legends akhirnya resmi jadi nomor perebutan medali di Aichi-Nagoya, Jepang, dan Indonesia datang dengan satu target: bawa pulang emas. Pertandingannya digelar di Aichi Sky Expo, Tokoname, dari 29 September sampai 1 Oktober 2026. Jalan Berliku ke Jepang Tiket ke Jepang nggak datang gratis. Di kualifikasi Singapura, Indonesia mencatat lima kemenangan dan dua kekalahan, lalu finis di peringkat ketiga Grup A. Laos, Vietnam, Singapura, Myanmar, dan Kamboja berhasil dikalahkan, tapi Filipina dan Malaysia sempat bikin Indonesia tumbang. Tiket terakhir baru aman setelah menang 2-1 atas Kamboja di laga penutup. Jadi, jelas banget persaingan di Asia Tenggara itu nggak main-main. [2][3][4] Skuadnya diisi pemain Alter Ego, dengan Kenny "Xepher" Deo sebagai pelatih dan Michael Abraham sebagai asisten. Enam pemain yang dibawa adalah Alexander Owen Marcetami Buhe, Arif Fudin Dingarai Putra, Dalvin Ramadhana Putra, Muhammad Affan Wahyudi, Muhammad Halim Adicondro, dan Syauki Fauzan Sumarno. Karena berasal dari satu klub, komunikasi mereka sudah terbiasa, dan pengalamannya juga mumpuni: Alter Ego pernah tembus grand final M7 World Championship, meski akhirnya kalah dari Aurora Gaming asal Filipina. Di Asian Games, Indonesia masuk Grup B bareng Malaysia dan Arab Saudi, dan dua laganya digelar dalam satu hari: lawan Malaysia jam 07.00 WIB, lalu Arab Saudi jam 10.50 WIB. Total ada 11 negara yang bersaing, dan karena fase grup cuma dua pertandingan, satu kesalahan kecil bisa langsung menutup jalan ke babak medali. Dua lawan itu juga bukan lawan baru. Malaysia sudah pernah mengalahkan Indonesia di kualifikasi, sementara Arab Saudi sempat menang 0-2 atas Indonesia di fase grup IESF 2024. Tapi di laga perebutan juara tiga turnamen yang sama, Indonesia balas dengan kemenangan 2-0. Artinya, tim ini bisa belajar dari kekalahan. Soal target, Syauki "Nino" Sumarno bicara terang-terangan. Ia bilang tim siap tampil dan sudah menyiapkan diri lewat latihan fisik serta latih tanding bareng pelatih. Nino juga pengin mengubah kebiasaan timnas MLBB yang menurutnya lebih sering finis di posisi kedua atau ketiga, jadi ambisinya memang lebih tinggi dari target resmi yang disampaikan manajer tim. Peluangnya bukan cuma mimpi. Timnas MLBB putri Indonesia pernah meraih emas di Asian Esports Games 2024 Bangkok, dan timnas putra finis ketiga di IESF 2024. Kalau emas Asian Games berhasil diraih, itu bakal jadi pelengkap yang manis, apalagi kontingen Indonesia lagi on fire: emas kelima sudah datang dari panahan dan target 4 emas sudah terlampaui. (Dari berbagai sumber)