ZURICH - FIFA merilis laporan pascaturnamen Piala Dunia 2026 pada Jumat (2/10) yang mengungkap sejumlah perkembangan taktik selama kompetisi, termasuk semakin menonjolnya strategi counter-pressing serta perubahan peran penjaga gawang. Kajian tersebut disusun oleh Kelompok Kajian Teknis (Technical Study Group) FIFA bersama Departemen Wawasan Kinerja Sepak Bola (Football Performance Insights Department) FIFA. Mereka menelaah seluruh 104 pertandingan yang berlangsung pada Piala Dunia 2026. Analisis dilakukan untuk melihat berbagai inovasi taktik, perkembangan tanggung jawab pemain di lapangan, serta pendekatan baru yang digunakan tim untuk meningkatkan peluang meraih kesuksesan. Salah satu temuan utama FIFA adalah penggunaan counter-pressing, yang disebut sebagai strategi dengan dua sisi. Taktik tersebut menjadi salah satu tren penting dalam turnamen karena sejumlah tim mampu segera memanfaatkan situasi setelah kehilangan penguasaan bola. "Tim-tim papan atas secara rutin berhasil mengubah kehilangan penguasaan bola menjadi peluang serangan langsung," kata FIFA. Selain perkembangan dalam menekan lawan, posisi kiper juga mengalami perubahan. FIFA mencatat penjaga gawang semakin aktif terlibat dalam proses membangun serangan, termasuk membantu tim keluar dari tekanan yang diberikan lawan. Laporan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak ditentukan oleh satu pola permainan tertentu. FIFA menggambarkannya sebagai "jalur-jalur berseberangan untuk meraih kesuksesan", yang dapat ditempuh melalui tekanan tinggi agresif maupun pertahanan blok rendah yang disiplin dan mengandalkan transisi cepat. Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, analisis dilakukan pada berbagai fase permainan. FIFA kemudian mengidentifikasi sembilan tema utama yang menjadi perhatian selama turnamen. Kesembilan topik tersebut meliputi pembangunan serangan menggunakan formasi tiga bek, rotasi pemain sayap, pemanfaatan ruang lini dalam atau inside channel, distribusi bola melalui pemain kunci, penerapan high pressing, penggunaan counter-pressing, pertahanan berbentuk blok, transisi menyerang, serta perkembangan peran penjaga gawang. Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger mengatakan kajian tersebut tidak hanya bertujuan mencatat pola yang terlihat dalam pertandingan, tetapi juga memahami faktor yang melatarbelakanginya. "Tujuannya bukan sekadar mendeskripsikan apa yang terjadi, melainkan untuk memahami mengapa sesuatu terjadi: bagaimana tim-tim menciptakan dan mengendalikan ruang, bagaimana mereka menyerang dan bertahan, bagaimana peran masing-masing pemain berkembang, serta bagaimana keputusan para pemain dan pelatih memengaruhi berbagai momen dalam pertandingan," kata Arsene Wenger, kepala pengembangan sepak bola global FIFA.