JAKARTA - Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan antusiasmenya menjelang pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10). Pertemuan tersebut sekaligus mempertemukan Herdman dengan Anthony Hudson, pelatih Thailand yang sebelumnya beberapa kali berhadapan dengannya ketika Herdman masih menangani tim nasional Kanada. Hudson ketika itu merupakan bagian dari staf kepelatihan tim nasional Amerika Serikat. "Dia tahu bagaimana saya bermain. Dia mempelajari Kanada ketika kami menghadapi Amerika Serikat dalam banyak pertandingan," kata Herdman dalam konferensi pers seusai Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2 di SUGBK, Kamis. Hudson menangani Thailand sejak Oktober tahun lalu. Sebelumnya, dia menjadi asisten pelatih Amerika Serikat yang saat itu dilatih Gregg Berhalter, yakni dari Juli 2020 hingga Januari 2023. Dalam periode tersebut, Herdman yang masih melatih Kanada tiga kali berhadapan dengan Amerika Serikat. Dari tiga pertandingan itu, ia mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. "Dan ya, saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus," kata Herdman mengenai pertemuannya dengan Hudson yang sama-sama berasal dari Inggris. Selain menyoroti lawan pada partai final, Herdman mengatakan skuadnya masih berada dalam tahap perkembangan. Hal itu karena para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama sehingga proses membangun kekompakan tim masih membutuhkan waktu. Menurut Herdman, turnamen seperti FIFA ASEAN Cup menjadi bagian dari proses pembentukan sebuah tim. Ia menilai perkembangan skuad Indonesia mulai terlihat dalam dua pertandingan terakhir melalui respons berbeda ketika menghadapi situasi di lapangan. "Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk," kata pelatih 51 tahun itu. "Pada pertandingan kedua, kami melihat perjuangan untuk mempertahankan clean sheet. Dalam pertandingan ini, kami melihat perjuangan untuk mencetak gol," tambah dia. Herdman juga menanggapi dukungan para suporter yang meneriakkan namanya seusai pertandingan dengan seruan, "John Herdman, John Herdman, John Herdman". "Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah," ucap dia.