YOGYAKARTA - Kawasan Malioboro, pagi ini Minggu (04/10/2026) dipadati ribuan pelari. Mereka mengikuti giat Malioboro Run 2026 yang tahun ini menghadirkan rute baru dengan menyusuri sejumlah kawasan heritage ikonik, bersejarah, dan memiliki nilai budaya di Kota Yogyakarta. Suasana Malioboro sejak pagi terlihat semarak. Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk mengikuti perlombaan yang terbagi dalam tiga kategori, yakni Half Marathon 21K, 10K, dan 5K. Flag off Malioboro Run 2026 dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Hasto mengapresiasi penyelenggaraan event tersebut karena tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Yogyakarta kepada masyarakat dari berbagai daerah. Kehadiran ribuan pelari di Kota Yogyakarta menjadi momentum yang baik untuk memperkenalkan berbagai potensi kota, terutama dari sisi pariwisata, sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat. “Ini bukan hanya tentang olahraga dan lari. Para peserta juga bisa menikmati Kota Yogyakarta, melihat Malioboro, kawasan heritage, serta berbagai potensi pendukung yang ada di Kota Yogyakarta,” ujar Hasto dalam sambutan. Mengusung tema CoT (Culture of Track) dengan konsep Dwi Tunggal Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun ini Malioboro Run melewati rute baru Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman dan telah tersertifikasi AIMS. Dwi Tunggal Yogyakarta merupakan kepemımpinan bersama antara Sri Sultan Hamengku Buwono dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai Gubernur dan KGPAA Paku Alam dari Kadipaten Pakualaman sebagai Wakil Gubernur dalam menjaga keistimewaan DIY, sebagaimana berakar pada Amanat 5 September 1945 dan dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. Direktur Pemasaran Bank BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto mengatakan, Malioboro Run akan memberi pengalaman menarik bagi para pelari terutama bagi pelari di luar DIY. Tercatat, 70 persen pendaftar event ini merupakan pelari dari luar DIY. "Sport tourism menjadi salah satu denyut nadi pariwisata saat ini. Kami mengharapkan kedatangan ribuan runner dari berbagai tempat ke Yogyakarta dapat berkontribusi positif dan menjadi pengungkit roda perekonomian DIY khususnya pada sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM," katanya, dalam konferensi pers di kawasan Benteng Vredeburg, Jumat, 2 Oktober 2026 sebelumnya. Bank BPD DIY sebagai penyelenggara menghadirkan tiga kategori lomba, yakni Half Marathon 21K, 10K, dan 5K bagi peserta tahun ini pada gelaran tahun ini. Seluruh kategori memiliki titik start dan finish di Kompleks Kepatihan, sehingga kawasan tersebut menjadi pusat kemeriahan Malioboro Run 2026 sepanjang acara sejak pagi. Rute perlombaan membawa peserta melewati Jalan Parangtritis, Jalan Veteran, Jalan Kenari, hingga Jalan Dr. Sutomo dengan suasana perkotaan khas Yogyakarta yang dipenuhi warga. Pelari kemudian menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mangkubumi, Jalan Abu Bakar Ali, sebelum memasuki kawasan Malioboro yang menjadi ikon utama Yogyakarta yang berlangsung semarak. Lintasan tersebut membuat Malioboro Run terasa berbeda karena peserta tidak sekadar mengejar catatan waktu, tetapi menikmati wajah budaya Yogyakarta secara langsung sejak pagi hingga. Khusus kategori Half Marathon 21K, pelari menempuh lintasan lebih panjang melewati sejumlah ruas utama sebelum kembali menuju Kompleks Kepatihan sebagai garis finish di kota. Kategori 10K dan 5K juga menawarkan rute perkotaan yang menarik, memungkinkan peserta menikmati atmosfer Yogyakarta sembari menjaga ritme lari masing-masing sepanjang perjalanan sepanjang lintasan. Dengan jumlah peserta yang mayoritas berasal dari luar DIY, Malioboro Run menjadi salah satu perhelatan yang mempertemukan olahraga dengan aktivitas wisata dan ekonomi kota. Ribuan pelari yang bergerak sejak pagi sekaligus membawa suasana kompetisi ke sejumlah kawasan yang selama ini menjadi tujuan wisata di Jogja.