JAKARTA - Persija, salah satu klub sepak bola tertua dan paling bersejarah di Indonesia. Dilansir dari laman club Persija.id, klub ini telah berdiri sejak 28 November 1928 yang terus menunjukkan eksistensinya di kancah sepak bola nasional dengan basis suporter besar, fanatik, dan royal dalam mendukung yaitu The Jakmania. Tak hanya dikenal karena prestasinya, Persija juga memiliki julukan, yaitu "Macan Kemayoran" yang telah melekat kuat sebagai identitas klub ini. Macan Kemayoran, melekat di Persija sejak 1994 Julukan Macan Kemayoran telah melekat dengan Persija Jakarta sejak era Liga Indonesia 1994. Nama ini dipercaya bukan sekadar simbol, tetapi memiliki akar sejarah panjang yang berkaitan dengan legenda Betawi dan kondisi Jakarta di masa lalu. Istilah asal kata 'Macan Kemayoran', bermula dalam keragaman cerita rakyat Betawi, merupakan julukan untuk seorang pendekar bernama Murtado. Walaupun tidak setenar Si Pitung atau Si Jampang, Macan Kemayoran tetap dikenal sebagai legenda. Sebagai bukti, kisah Murtado si Macan Kemayoran masuk buku 'Cerita Rakyat dari Sabang sampai Merauke' karya Amanda Clara, terbit pada tahun 2008. Dalam kumpulan ini Macan Kemayoran bersanding dengan legenda pendekar Indonesia lainnya. Bagian dari Sejarah Klub yang patut direfleksikan Bambang Pamungkas, mantan pemain sekaligus legenda hidup Persija Jakarta menyebut Macan Kemayoran punya nilai luhur. Ekstraksi sejarah mulia yakni Persija sebagai alat perjuangan melawan penjajah,sudah sepantasnya nilai luhur julukan ini direfleksikan. Sebagai fans/penggemar Persija dan pecinta sejarah, menurut saya merasa penting untuk memaknai menjaga spirit perjuangan Macan Kemayoran dalam diri Murtado, dukungan terhadap klub yang eksis sejak Perserikatan dan memiliki gelar terbanyak liga sepanjang sejarah. Macan Kemayoran sebagai identitas dan kebanggaan bersama dalam mendukung klub Persija sampai saat ini.