JAKARTA - Kegagalan Timnas Indonesia U-22 melaju ke semifinal SEA Games 2025 memicu gelombang kekecewaan yang luar biasa di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Pasukan Garuda Muda harus tersingkir dari turnamen meski berhasil mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1 pada laga terakhir Grup C di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12/2025) lalu. Kepastian tersingkirnya timnas terjadi setelah Indonesia finish di peringkat kedua Grup C dengan koleksi tiga poin dan kalah bersaing dari Malaysia dalam perebutan status runner-up terbaik. Meski memiliki poin dan selisih gol yang sama dengan Malaysia, Indonesia kalah dalam aspek produktivitas gol. Harimau Malaya mencatat empat gol, sementara Indonesia hanya mampu menyumbang tiga gol sepanjang fase grup. Di tengah sorotan tajam atas kegagalan tim nasional, respons dari Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, justru menambah polemik. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (13/12/2025) pagi, ia memberikan pernyataan singkat yang mengejutkan publik. Arya Sinulingga menulis permintaan maaf yang bukan karena kegagalan tim, tetapi karena tidak memahami urusan sepak bola Timnas Indonesia di kompetisi tersebut. Dalam unggahannya, Arya menyatakan bahwa dirinya bukan pihak yang tepat untuk dimintai penjelasan terkait performa tim. "Minta Maaf. Urusan Timnas Sepakbola Putra untuk Sea Games Saya Tidak Mengerti (Silakan Tanya yang Mengerti)," tulisnya melalui akun Instagram pribadinya. Pernyataan tersebut sontak memicu reaksi keras dari warganet. Kolom komentar unggahan Arya dipenuhi dengan kritik dan sindiran tajam. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan tanggung jawab seorang pengurus federasi, mengingat posisi Arya sebagai bagian dari Exco PSSI yang seharusnya terlibat dalam pengambilan kebijakan dan pengawasan kinerja tim nasional. Salah satu netizen berkomentar dengan nada sinis bahwa Arya selalu tampil di depan ketika tim meraih kemenangan, namun bersikap seolah tidak tahu menahu ketika tim mengalami kekalahan. Komentar lain menyindir bahwa meskipun tidak memahami urusan tim nasional, Arya terkesan sangat memahami urusan internal ruang ganti ketika memberikan pernyataan kontroversial sebelumnya. Berbeda dengan sikap Arya Sinulingga, pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab. Indra menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas hasil yang kurang memuaskan. Ia menegaskan bahwa peran dan keputusan yang diambil selama persiapan serta pertandingan SEA Games 2025 adalah tanggung jawabnya. Para pengamat sepak bola menilai kegagalan Timnas Indonesia U-22 tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mengidentifikasi akar permasalahan, mulai dari persiapan tim, strategi pertandingan, hingga manajemen federasi. Berbagai faktor seperti keterlambatan mencapai performa terbaik, monotonitas serangan, dan kurangnya kreativitas menjadi catatan penting yang harus diperbaiki.