DEPOK, NETRALNEWS.COM — Jurnalistik Expo Day 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai dunia jurnalistik dan perkembangan industri media. Pada hari ketiga pelaksanaan acara, peserta mendapatkan pemaparan mengenai peran jurnalis dalam menjaga akurasi dan kredibilitas informasi di tengah pesatnya perkembangan media sosial. Salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut merupakan reporter dari media Kumparan, Naila. Dalam pemaparannya, Naila menekankan pentingnya bagi jurnalis untuk tetap berpegang pada dasar-dasar jurnalistik meskipun harus mengikuti perkembangan tren di media sosial. Menurut Naila, jurnalis perlu kembali memahami dasar jurnalistik atau back to the roots, mulai dari Kode Etik Jurnalistik (KEJ), unsur 5W+1H, proses jurnalistik, hingga news value. Dasar-dasar tersebut menjadi pedoman agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan kredibel. “Cara menjaga kredibilitas adalah kita harus back to the roots. Kita harus paham dulu Kode Etik Jurnalistik seperti apa, 5W+1H, dan proses jurnalistiknya seperti apa,” ujar Naila. Di sisi lain, perkembangan media sosial juga menuntut jurnalis untuk mampu mengemas informasi secara kreatif dan menyesuaikan penyajiannya dengan karakteristik setiap platform. Menurut Naila, mengikuti tren tetap diperlukan selama tidak mengesampingkan prinsip-prinsip jurnalistik. Ia menjelaskan bahwa tren yang sedang berkembang di media sosial dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengemas informasi agar lebih relevan bagi audiens. Namun, pengolahan konten tetap harus memperhatikan nilai berita serta batasan yang berlaku dalam profesi jurnalistik. Selain pemahaman mengenai prinsip jurnalistik, Naila juga menyoroti pentingnya kepercayaan diri bagi mahasiswa yang ingin menjadi reporter, khususnya reporter yang bekerja di media sosial. Kepercayaan diri diperlukan ketika reporter harus tampil di depan kamera maupun berinteraksi dengan narasumber. “Percaya diri itu sebuah kunci kalau kita jadi reporter media sosial. Kalau kalian tidak percaya diri, bagaimana kalian mau tampil di depan kamera?” tuturnya. Naila juga mengingatkan mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan menulis dan tidak melupakan dasar-dasar jurnalistik. Menurutnya, kemampuan mengikuti bahasa atau istilah yang sedang tren tetap dapat diterapkan dalam karya jurnalistik selama penggunaannya disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan informasi. Pemaparan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi peserta Jurnalistik Expo Day 2026. Salah seorang peserta, Naila, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pemahaman mengenai berbagai aspek dalam industri media, mulai dari pengelolaan konten hingga batasan yang harus diperhatikan seorang jurnalis ketika melakukan wawancara. “Untuk hari ini, aku belajar tentang batasan-batasan yang kita punya sebagai jurnalis. Batasannya ternyata apa pun mengenai perasaan mereka tidak boleh ditanyakan, kecuali memang untuk kepentingan publik,” ungkapnya. Menurutnya, materi yang diberikan selama rangkaian Jurnalistik Expo Day 2026 memberikan gambaran mengenai proses kerja di industri media, termasuk bagaimana memaksimalkan engagement melalui perencanaan konten serta memahami batasan dalam menggali informasi dari narasumber. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami perkembangan industri media, tetapi juga mampu menerapkan dasar-dasar jurnalistik dalam menghadapi perubahan pola konsumsi informasi di media sosial. Perpaduan antara pemahaman kode etik, kemampuan jurnalistik, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia jurnalistik.