JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bentuk bantuan sosial bersyarat atau conditional cash transfer (CCT) yang dijalankan pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menariknya, program seperti PKH ini juga diterapkan di sejumlah negara lain, dengan keberhasilan dan tantangan masing-masing. PKH Indonesia: Dorong Pendidikan dan Kesehatan Keluarga Miskin PKH memberikan bantuan tunai kepada keluarga kurang mampu dengan syarat anak harus bersekolah dan ibu hamil wajib memeriksakan kesehatan secara rutin. Tujuan utamanya ialah memutus rantai kemiskinan antar-generasi. Namun, meski telah membantu jutaan keluarga, evaluasi menunjukkan masih ada tantangan pada ketepatan sasaran dan data penerima. Pemerintah terus memperbaiki sistem penyaluran melalui digitalisasi dan integrasi data kesejahteraan. Bolsa Família Brasil: Program Sosial dengan Dampak Luas Brasil dikenal sukses dengan Bolsa Família, yang menjadi inspirasi banyak negara, termasuk Indonesia. Program ini menggabungkan bantuan tunai dengan kewajiban kesehatan dan pendidikan anak. Hasilnya, kemiskinan di Brasil menurun signifikan, angka putus sekolah berkurang, dan ketimpangan pendapatan ikut menurun. Namun, perubahan politik dan kebijakan anggaran sering membuat program ini naik-turun efektivitasnya. Prospera Meksiko: Pelopor Program CCT Dunia Meksiko melalui Prospera (sebelumnya dikenal sebagai Progresa) menjadi pionir dalam program bantuan bersyarat modern. Program ini berbasis data dan dievaluasi dengan pendekatan ilmiah untuk memastikan dampak nyata. Evaluasi menunjukkan peningkatan kehadiran sekolah, kesehatan anak, dan pendapatan keluarga miskin. Sayangnya, ketika program ini dikurangi oleh pemerintah berikutnya, banyak capaian sosial yang ikut menurun. SNAP dan TANF Amerika Serikat: Fokus pada Kebutuhan Dasar Berbeda dengan PKH, Amerika Serikat memiliki SNAP (Supplemental Nutrition Assistance Program) yang fokus membantu kebutuhan pangan, serta TANF (Temporary Assistance for Needy Families) untuk bantuan tunai sementara. Keduanya tidak berfokus pada syarat pendidikan atau kesehatan seperti PKH, melainkan pada ketahanan pangan dan dukungan kerja bagi keluarga berpenghasilan rendah. Pelajaran bagi Indonesia Dari berbagai negara tersebut, ada beberapa pelajaran penting untuk memperkuat PKH: 1. Perbaiki akurasi data penerima agar bantuan lebih tepat sasaran. 2. Perkuat monitoring dan evaluasi dengan pendekatan berbasis bukti seperti yang dilakukan Meksiko. 3. Pastikan kontinuitas politik dan pendanaan agar program tidak mudah terganggu. 4. Integrasikan PKH dengan layanan lain, seperti pendidikan dan pelatihan kerja untuk hasil jangka panjang. Keberhasilan PKH tidak hanya bergantung pada jumlah bantuan, tetapi juga pada sistem pendukung dan kebijakan sosial yang berkelanjutan. Jika dikelola konsisten seperti Bolsa Família dan Prospera, PKH bisa menjadi pilar utama pengentasan kemiskinan di Indonesia.