JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Karet boot as roda yang pecah membuat gemuk pelumas CV joint terlempar keluar akibat putaran roda saat mobil melaju. Bercak hitam kental di sekitar velg, kolong, dan roda menjadi tanda paling mudah dikenali dari kerusakan pada karet pelindung itu. Bercak itu sebenarnya gemuk, bukan oli, dan fungsinya melumasi sambungan sehingga logam di dalam CV joint tidak saling bergesekan langsung. Gemuk Terbuang, Kotoran Masuk: Sambungan CV Joint Aus Lebih Cepat Tanpa lapisan gemuk, permukaan logam pada sambungan mengalami gesekan berlebih sehingga keausan berlangsung lebih cepat dibanding kondisi normal. Lubang pada karet juga membuka jalan bagi debu, pasir, dan air yang kemudian bercampur dengan sisa gemuk di dalamnya. Campuran tersebut berubah menjadi pasta abrasif yang mengikis bantalan serta bola-bola penyusun sambungan sedikit demi sedikit setiap kali roda berputar. Bunyi Tek-Tek Saat Belok Jadi Alarm Awal Kerusakan CV Joint Bunyi tek-tek atau klek-klek ketika mobil berbelok tajam, terutama saat pedal gas diinjak, merupakan gejala yang paling sering muncul. Selain itu, pengemudi bisa merasakan getaran yang muncul saat mobil berakselerasi serta dengung kasar yang terdengar selama kendaraan berjalan. Kerusakan yang dibiarkan dapat membuat sambungan longgar hingga patah atau lepas, sehingga tenaga mesin tidak lagi sampai ke roda. Ganti Boot Saja atau Seluruh As Roda? Ini Perbedaan Biayanya Bila karet baru sobek dan belum menimbulkan bunyi, sambungan cukup dibersihkan, diberi gemuk baru, lalu dipasangi karet pelindung yang baru. Biaya penanganan tahap awal tersebut jauh lebih murah dibanding penggantian seluruh as roda atau CV joint yang telanjur rusak. Jika bunyi tek-tek sudah terdengar, sambungan kemungkinan telah aus sehingga penggantian komponen menjadi langkah yang diperlukan, bukan sekadar karet pelindungnya. Selama belum diperbaiki, mobil sebaiknya tidak dipakai menempuh jarak jauh atau melaju kencang, dan pemeriksaan di bengkel dianjurkan segera dilakukan.