JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Bushing arm mobil yang pecah atau getas kerap ditandai bunyi ketukan dari kolong, setir oleng, dan handling tidak lagi presisi saat melaju. Komponen karet peredam di lengan ayun ini berfungsi menahan benturan, sehingga kerusakannya membuat roda bergerak lebih bebas dari posisi semestinya. Gejala umumnya muncul bertahap, dari suara halus saat melewati jalan bergelombang hingga getaran setir yang makin terasa pada kecepatan tinggi. Bunyi Dug-Dug di Polisi Tidur hingga Klotok Saat Pindah Gigi Suara berdebum atau gedebuk sering terdengar ketika mobil melintasi lubang dan polisi tidur, sedangkan derit muncul saat bodi naik turun. Bunyi klotok juga dapat timbul saat pengemudi memindah gigi, mengerem mendadak, atau menginjak gas dari posisi mobil berhenti total. Setir Menarik ke Satu Sisi dan Bergetar di 60–100 Km/Jam Mobil bisa menarik ke salah satu sisi saat melaju lurus maupun mengerem, sementara bagian depan terasa bergoyang ketika pedal rem diinjak. Getaran setir umumnya semakin terasa pada rentang kecepatan 60 hingga 100 kilometer per jam, disertai kesan mobil melayang ketika menikung. Karet Retak, Menghitam, hingga Berminyak: Ciri Fisik yang Terlihat Pemeriksaan visual dari kolong dapat menemukan karet bushing yang retak, sobek, mengeras, menghitam, atau berminyak akibat rembesan cairan yang merusak karet. Karet juga bisa menonjol, bergeser, atau lepas dari dudukannya, dan meninggalkan celah antara bagian karet dengan logam lengan ayun. Ban Aus Tak Merata dan Cara Cek Bushing dengan Jack Stand Kerusakan yang dibiarkan dapat membuat ban aus tidak merata di sisi dalam atau luar, serta menyebabkan spooring cepat berubah meski baru disetel. Pengecekan sederhana dilakukan dengan mengangkat mobil memakai dongkrak dan jack stand, menggoyang roda, lalu mengungkit lengan ayun pelan-pelan dengan linggis kecil. Bushing umumnya perlu diganti pada kisaran 60.000 hingga 100.000 kilometer, bergantung kondisi jalan dan kualitas karet, dan sebaiknya segera diperiksa di bengkel.