JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Setir bergetar, berbunyi tok-tok saat melewati jalan berlubang, dan terasa longgar merupakan tanda tie rod atau rack end mobil mulai aus. Kedua komponen kemudi ini menyalurkan putaran setir ke roda depan, sehingga kerusakannya langsung memengaruhi kestabilan mobil ketika melaju di berbagai kondisi jalan. Salah satu gejalanya adalah mobil sulit berjalan lurus sehingga pengemudi harus terus mengoreksi setir ke kiri dan kanan. Setir Goyang dan Bunyi Tok-Tok Jadi Tanda Awal Kerusakan Getaran pada setir biasanya terasa ketika mobil melaju di kecepatan menengah hingga tinggi, disertai setir yang terasa longgar atau memiliki ruang main. Setir juga cenderung terasa berat saat mobil menikung dan tidak kembali lurus dengan sempurna setelah selesai berbelok ke kiri maupun kanan. Suara berupa tok-tok atau kletek-kletek dari kolong depan kerap muncul ketika mobil melintasi jalan berlubang, polisi tidur, atau permukaan bergelombang. Rack End Rusak: Bunyi Berdecit Saat Setir Diputar Penuh Kerusakan rack end sering ditandai bunyi berdecit atau berderit ketika setir diputar, terutama saat mobil hampir berhenti atau sedang diparkir. Suara gluduk juga dapat terdengar saat setir diputar penuh, dengan sumber bunyi berada di area tengah kolong depan mobil. Sementara itu, kerusakan tie rod end umumnya terasa sebagai setir yang bergoyang, bunyi tok-tok, dan ban depan yang aus sebelah. Ban Aus Sebelah dan Karet Boot Sobek Bisa Dicek Sendiri Ban depan dengan sisi dalam atau luar lebih tipis kerap dijumpai ketika geometri roda berubah akibat komponen kemudi yang longgar. Karet boot pelindung yang sobek atau merembeskan gemuk dan oli di sekitar rack end maupun tie rod perlu segera diperiksa. Pada mobil dengan power steering hidrolik, oli yang merembes di rumah rack steer menjadi tanda kebocoran yang perlu diwaspadai. Ball joint tie rod juga dapat diuji dengan mengangkat mobil menggunakan jack, lalu menggoyang roda secara manual untuk merasakan gerakan atau bunyi. Jangan Tunda Penggantian, Roda Bisa Lepas di Kecepatan Tinggi Tie rod atau rack end yang sangat aus berpotensi lepas sehingga roda tidak dapat dikendalikan, terutama saat mobil melaju di kecepatan tinggi. Setelah penggantian komponen selesai, spooring perlu dilakukan agar geometri roda kembali normal dan ban depan tidak cepat habis.