ROTE NDAO – Seorang anggota Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Aipda Eliasar Beten (46), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Pantai Baru–Ba'a, Kecamatan Rote Tengah, pada Senin (1/12/2025) pagi. Insiden tersebut terjadi akibat sepeda motor yang dikendarai korban menabrak seekor kambing yang tiba-tiba melintas di jalan utama tersebut. Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, saat dikonfirmasi pada Selasa (2/12/2025) menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WITA ketika korban sedang mengendarai sepeda motor Honda PCX bernomor polisi DH 4912 GF. Aipda Eliasar diketahui melaju dari wilayah Pantai Baru menuju Ba'a untuk keperluan dinas. Menurut Mardiono, kecelakaan terjadi secara mendadak tanpa melibatkan kendaraan lain. Hewan ternak berupa kambing yang berada di pinggir jalan tiba-tiba berlari melintas sehingga membuat korban tidak sempat menghindar. Benturan keras menyebabkan korban kehilangan kendali dan terjatuh ke sisi kanan jalan. “Ini kecelakaan tunggal. Korban menabrak kambing yang melintas dan kemudian terjatuh,” ujar Mardiono. Saat terjatuh, helm yang dipakai korban terlepas. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan. Mereka menemukan korban dalam keadaan terlentang dan mengalami luka serius pada bagian kepala. Darah terlihat keluar dari mulut, hidung, serta telinga korban. Sejumlah warga kemudian mengupayakan evakuasi cepat dengan menggunakan mobil pikap menuju RSUD Ba'a. Namun, meskipun sudah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.10 WITA. “Korban meninggal dunia di rumah sakit saat menjalani perawatan. Hewan kambing yang tertabrak juga ditemukan mati di lokasi,” tambah Kapolres. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah barang pribadi korban, termasuk SIM dan STNK, yang berada di tas yang dibawanya. Pihak kepolisian memastikan bahwa kecelakaan tersebut sepenuhnya dipicu keberadaan hewan ternak yang berkeliaran bebas di sekitar jalur tersebut. AKBP Mardiono mengakui bahwa kawasan jalan Pantai Baru–Ba'a kerap menjadi jalur rawan kecelakaan akibat hewan ternak yang sering dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan. Kondisi ini menambah risiko bagi para pengendara, terutama di jam-jam mobilitas tinggi. “Kami sudah sering mengingatkan warga agar mengikat atau menjaga ternaknya dengan baik agar tidak membahayakan pengendara,” jelasnya. Pihak kepolisian berencana melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat desa setempat untuk meningkatkan pengawasan terhadap hewan ternak. Program edukasi kepada masyarakat pemilik hewan ternak dinilai sangat penting untuk mencegah insiden serupa terulang. Kejadian ini menambah daftar kasus kecelakaan yang melibatkan hewan ternak di wilayah Rote Ndao. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan mengenai motor atau mobil yang menabrak sapi, kambing, maupun babi cukup sering diterima kepolisian. Kondisi jalan yang masih minim penerangan serta kurangnya pagar pembatas membuat risiko semakin tinggi. Selain itu, banyak warga yang membiarkan hewan peliharaan mencari makan sendiri di sekitar area jalan raya. Praktik tersebut sebenarnya telah dilarang melalui peraturan daerah, namun penegakannya masih dianggap kurang optimal. Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian, terutama saat melintas di jalur perdesaan. Penggunaan helm yang terpasang dengan baik juga sangat penting untuk mengurangi risiko cedera fatal. Sementara itu, keluarga korban di Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru, tengah berduka atas kejadian tragis tersebut. Rekan-rekan korban di kepolisian mengenang Aipda Eliasar sebagai sosok yang disiplin, bertanggung jawab, dan dikenal baik oleh masyarakat. Polres Rote Ndao menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban. “Semoga almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Mardiono. Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada pengendara, namun juga kondisi lingkungan. Pengendalian hewan ternak, peningkatan fasilitas jalan, serta kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan kawasan lalu lintas yang lebih aman.