JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Musni Umar menyampaikan pembelaannya terhadap sorotan yang mempersoalkan tentang pribumi dan nonpribumi terkait sosok Anies Baswedan yang merupakan keturunan Arab. Ia mengungkit tentang bukti bahwa keturunan Arab adalah pribumi melalui kebijakan yang berlaku di Yogyakarta. “Bukti nyata keturunan Arab adalah pribumi, di Yogyakarta,” kata Musni Umar, Jumat 21 Januari 2022. “Yang boleh memiliki tanah di Yogyakarta hanya kaum pribumi. Orang Arab boleh memperoleh hak milik atas tanah di Yogyakarta. Bangsa lain tdk boleh,” tegas Musni Umar. Ia juga mengunggah catatan berita yang dilansir Wartaekonomi.com tentang Anies Baswedan. Diberitakan, Pidato lawas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan viral di media sosial. Pidato itu menjadi sorotan masyarakat pengguna media sosial lantaran mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengklaim, bahwa keturunan Arab di Indonesia sebenarnya telah mendeklarasikan Indonesia sebagai tanah air sebelum negara ini benar-benar terbentuk. Pidato Anies Baswedan itu terekam dalam sebuah video pendek yang diunggah ulang akun, @AnakKolong. Dalam keterangannya, netizen ini langsung dengan tegas membantah klaim Anies dalam pidato tersebut. “AGAR TAK LUPA | “Naar de Republiek Indonesia”- karya yg mengukuhkan peran Tan Malaka sebagai konseptor pertama negara Republik Indonesia. Buku ini terbit th.1925 atau 3 th. Sebelum Sumpah Pemuda 1928. WNI Keturunan Arab dalam video ini : Jangankan dia bicara, diamnya pun dusta,” kata @AnakKolong dalam keterangan video yang ia unggah dikutip Jumat (21/1/2022). Sementara itu, dalam video tersebut Anies Baswedan tampak sangat serius berpidato di hadapan sejumlah orang, salah satu yang tampak antusiasi mendengarkan Anies Baswedan adalah eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizeq Shihab. “Kami tuh dulu orang tua kita pendiri PAI, Partai Arab Indonesia. Partai itu mendeklarasikan, satu Tanah Airnya Indonesia,” ungkap Anies Baswedan. Menurut Anies, orang-orang keturunan Arab di partai tersebut pada tahun 1934 sudah mendeklarasikan bahwa tanah air mereka adalah Indonesia sementara saat itu Indonesia belum berdiri. “Bapak-bapak sekalian, orang Arab mengatakan tanah airnya Indonesia tahun 34. Tahun 34 (mereka) nekat. Apa Indonesia sudah ada? Belum,” tuturnya. Menurutnya, pernyataan deklarasi orang-orang keturunan Arab di PAI itu adalah hal yang nekat lantaran jika Indonesia tidak berdiri mereka pastinya akan menanggung risiko. “Kalau orang Jawa mengatakan saya Indonesia, ternyata Indonesia tidak terjadi dia tetap Jawa. Nah ini orang Arab mengatakan saya Indonesia barangnya belum ada. Kalau Indonesia gak jadi, mau mengaku orang Jawa gak bisa, mau mengaku Arab ente sudah bilang Indonesia. Cari aja sana Indonesia di mana,” kata Anies. Anies Baswedan pun dalam pidato lawasnya itu kembali menegaskan bahwa orang-orang keturunan Arab sudah bersumpah kepada Tanah Air sebelum Indonesia ada. “Mereka itu menyatakan sumpah pada tanah air Indonesia sebelum Indonesianya ada,” ujarnya.