JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih (Uncen) kembali membuka akses kampus setelah sebelumnya melakukan aksi pemalangan sebagai bentuk protes terhadap persoalan akademik yang dialami mahasiswa Fakultas Kedokteran. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada mahasiswa, BEM dan MPM Uncen menyebut aksi tersebut berkaitan dengan persoalan yang dihadapi 96 mahasiswa Fakultas Kedokteran, khususnya mengenai akses mengikuti ujian kompetensi. Persoalan tersebut sebelumnya juga telah menjadi perhatian dalam sejumlah aksi mahasiswa di lingkungan Uncen. Pada beberapa waktu lalu, mahasiswa melakukan aksi dan pemalangan kampus untuk mendesak adanya kepastian terhadap pelaksanaan ujian profesi bagi mahasiswa kedokteran. Kamis (01/10) kepada Media ini, BEM dan MPM Uncen menyatakan, aksi dilakukan setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi dan komunikasi dengan pihak kampus belum memberikan kepastian yang diharapkan mahasiswa. Menurut mereka, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut pelaksanaan ujian, tetapi juga sejumlah kebijakan akademik yang dinilai berdampak terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa Fakultas Kedokteran. Sampaikan Desakan dan Tuntutan Dalam pernyataan tersebut, BEM dan MPM Uncen menyampaikan sejumlah desakan dan tuntutan kepada pimpinan universitas. Salah satu desakan yang disampaikan adalah pencopotan pimpinan Fakultas Kedokteran yang menjadi sorotan mahasiswa dalam rangkaian aksi sebelumnya. Sementara tuntutan mahasiswa meliputi penghentian program yang mereka sebut sebagai Afirmasi Plus, pembukaan ujian kompetensi bagi mahasiswa kedokteran tanpa batas waktu yang dianggap menghambat, pengupayaan proses re-enrollment atau pengaktifan kembali status akademik mahasiswa, serta pembukaan akses bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dari setiap angkatan. BEM dan MPM menyatakan tuntutan tersebut telah mendapat respons dan menurut mereka telah tercapai sesuai dengan keinginan mahasiswa yang sebelumnya mengalami hambatan. Persoalan ujian mahasiswa kedokteran memang telah menjadi salah satu isu utama dalam aksi BEM dan MPM Uncen. Dalam aksi sebelumnya, mahasiswa mendesak agar 96 mahasiswa memperoleh akses mengikuti ujian nasional serta menolak usulan Afirmasi Plus. Palang Kampus Dibuka Kembali Setelah menyatakan tuntutan telah terwujud, BEM dan MPM Uncen kemudian membuka kembali akses kampus. “Kemarin kami palang secara terbuka di depan dan pagi ini kami buka juga dengan terbuka karena aksi sudah terwujud,” demikian pernyataan BEM dan MPM Uncen. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa Uncen yang telah memberikan dukungan selama proses penyampaian aspirasi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pimpinan organisasi mahasiswa yang turut bersama-sama mengawal dan menyuarakan persoalan yang dihadapi mahasiswa Fakultas Kedokteran. BEM dan MPM Uncen menilai dukungan mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pengawalan aspirasi tersebut. Mereka berharap penyelesaian yang telah dicapai dapat ditindaklanjuti secara kelembagaan sehingga mahasiswa yang sebelumnya mengalami hambatan memperoleh kepastian dalam proses akademiknya. Serukan Pengawalan Aspirasi Dalam pernyataannya, BEM dan MPM Uncen juga mengajak mahasiswa untuk tetap menjaga semangat perjuangan dalam mengawal berbagai persoalan pendidikan di lingkungan kampus. “Untuk ke depannya terus menjaga api perlawanan,” demikian seruan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut. Pernyataan itu ditandatangani Koordinator Lapangan Umum, Darki Uropmabin, dan Wakil Koordinator Lapangan Umum, Piter Heluka. Sementara sebagai pihak yang mengetahui, tercantum Ketua BEM Uncen Yuluku Wasiangge dan Ketua MPM Uncen Wialo Willy Silak. BEM dan MPM Uncen menegaskan pembukaan kembali akses kampus dilakukan setelah mereka menilai tuntutan mahasiswa telah mendapatkan penyelesaian. Persoalan Fakultas Kedokteran Uncen sebelumnya juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma, misalnya, menyatakan tata kelola Fakultas Kedokteran Uncen perlu dievaluasi dan menekankan pentingnya kepastian hukum, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan mahasiswa. Dengan dibukanya kembali akses kampus, BEM dan MPM Uncen berharap aktivitas akademik dapat berjalan kembali, sementara proses penyelesaian persoalan mahasiswa Fakultas Kedokteran terus dikawal melalui mekanisme kelembagaan.