BANJARNEGARA, NETRALNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara didorong untuk memperluas jangkauan Banjarnegara Movies agar tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi pelajar, tetapi juga dapat melibatkan masyarakat umum. Dorongan tersebut disampaikan Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana saat menghadiri Penganugerahan Kompetisi Film Pendek Pelajar Banjarnegara Movies 2026 yang digelar Pemkab Banjarnegara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Sabtu malam (8/8/2026). Menurut Amalia, penyelenggaraan Banjarnegara Movies memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Selain menjadi ajang bagi generasi muda dalam menunjukkan kemampuan di bidang sinematografi, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai potensi Banjarnegara melalui karya film. “Saya mendukung seluruh kegiatan positif yang ada di Banjarnegara. Harapan ke depan, ajang ini tidak hanya dibuka untuk pelajar saja, tetapi juga untuk masyarakat umum,” ujar Amalia. Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam penyelenggaraan Banjarnegara Movies 2026. Bupati melihat perfilman bukan sekadar aktivitas kreatif, tetapi juga dapat menjadi medium untuk mengangkat cerita dan potensi daerah. 20 Kecamatan Punya Potensi untuk Diangkat Amalia menilai Banjarnegara memiliki kekayaan potensi yang dapat dikembangkan menjadi cerita menarik melalui film. Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan. Masing-masing wilayah memiliki potensi yang dapat dipopulerkan melalui cerita yang dikemas secara kreatif dan menarik. Karena itu, menurut Amalia, perfilman dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan Banjarnegara secara lebih luas. Pesan tersebut juga menunjukkan peluang pengembangan Banjarnegara Movies pada masa mendatang. Jika nantinya terbuka bagi masyarakat umum, ruang untuk mengangkat cerita lokal melalui film akan semakin luas, tidak terbatas pada perspektif pelajar. Di hadapan para peserta, Amalia juga mengingatkan agar hasil kompetisi tidak menjadi satu-satunya ukuran dalam mengikuti Banjarnegara Movies. Ia mendorong para peserta untuk terus berkarya dan menjadikan ajang tersebut sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan. “Menang atau kalah jangan menjadi penghalang. Teruslah berkarya dan berkreasi,” katanya. Menurut Amalia, bukan tidak mungkin dari kompetisi semacam ini akan muncul talenta-talenta perfilman dari Banjarnegara yang kemudian mampu berkiprah lebih luas. “Siapa tahu dari ajang ini kelak lahir aktor, sutradara, maupun produser yang membawa nama Banjarnegara ke tingkat nasional bahkan hingga internasional,” tambahnya. Ia juga berpesan agar Banjarnegara Movies tidak hanya menjadi arena perlombaan. Ajang tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk berbagi ilmu dan memperkuat ekosistem perfilman lokal. 48 Film Ramaikan Banjarnegara Movies 2026 Banjarnegara Movies 2026 sendiri mengangkat tema local wisdom atau kearifan lokal. Kepala Disparbud Kabupaten Banjarnegara, Tursiman S.Sos, menjelaskan tema tersebut berfokus pada pandangan hidup, nilai-nilai luhur, dan norma tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di Kabupaten Banjarnegara. Tahun ini tercatat 48 karya film mengikuti kompetisi. Untuk kategori SMA/SMK/MA/sederajat terdapat 14 film fiksi dan 11 film dokumenter. Sementara kategori SMP/MTs/sederajat terdiri atas 13 film fiksi dan 10 film dokumenter. Berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar di dalam gedung, penganugerahan tahun ini dipusatkan di ruang terbuka Alun-alun Banjarnegara dengan memanfaatkan teknologi video mapping. Konsep tersebut membuat karya sinematografi pelajar ditampilkan dalam ruang yang lebih terbuka sehingga dapat dinikmati masyarakat. Pada kategori Film Dokumenter tingkat SMP, Juara 1 diraih SMP N 1 Banjarnegara melalui Ben Liar. Juara 2 diraih SMP N 2 Madukara melalui Tutur Gerak, sedangkan Juara 3 diraih SMP N 3 Satu Atap Karangkobar dengan Tandesing Kawruh. Untuk Film Fiksi tingkat SMP, Juara 1 diraih SMP N 1 Pandanarum melalui Gendis Arum. Juara 2 diraih SMP N 1 Punggelan dengan Tali Kutang, dan Juara 3 diraih SMP N 2 Banjarnegara melalui Teteg. Di tingkat SMA kategori Film Dokumenter, MAN 1 Banjarnegara menjadi Juara 1 melalui Sawah Ilang. Juara 2 diraih SMA N 1 Sigaluh melalui Gembongan, Desa Gembong Kebudayaan, sedangkan Juara 3 diraih SMK Taman Siswa Banjarnegara dengan Warisan Banjarnegara. Sementara pada kategori Film Fiksi tingkat SMA, Juara 1 diraih SMK 1 Punggelan melalui Lenga Klentik. Juara 2 diraih SMA 1 Wanadadi dengan Wolak Walik, sedangkan Juara 3 diraih SMK HKTI 2 Purwareja Klampok melalui Suwung. Penyelenggaraan Banjarnegara Movies 2026 memperlihatkan bahwa karya film dapat menjadi titik temu antara kreativitas generasi muda dan potensi daerah. Bagi Pemkab Banjarnegara, pengembangan ajang ini ke depan berpeluang tidak hanya memperluas ruang kreativitas, tetapi juga menjadikan perfilman sebagai salah satu cara memperkenalkan Banjarnegara melalui cerita-cerita lokal.