KOTA BOGOR - Mahasiswa Angkatan 61 Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi (MIJMG), Sekolah Vokasi IPB University, berhasil menyelenggarakan kegiatan penyuluhan gizi bertajuk “Cerita Bita” pada Jumat, 25 September 2026 silam. Berlangsung di Kelurahan Pasir Jaya, kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendampingan anak stunting melalui edukasi Gizi Seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menghadirkan maskot BITA yang diperankan oleh Sephia Rosa Salsabila, kegiatan ini mengusung tagline “Bersama Ibu, Tumbuhkan Anak (BITA)” sebagai representasi pentingnya peran ibu dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak stunting. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran 58 orang yang terdiri atas Bapak Lurah, Kepala UPTD Puskesmas, 15 Kader Posyandu, 21 baduta stunting, serta 20 peserta lainnya yang meliputi ibu menyusui, ibu hamil, dan bapak dari baduta stunting yang turut mendampingi. Kelurahan Pasir Jaya saat ini tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus stunting terbanyak ketiga di Kota Bogor. Kondisi tersebut menjadikan perhatian terhadap Keluarga Rentan Stunting (KRS) sebagai salah satu aspek penting dalam upaya penanganan stunting di wilayah tersebut. Berbagai intervensi terus dilakukan melalui pemantauan dan kolaborasi sejumlah pihak. “Dari Juli terdapat bantuan pangan berupa beras, ikan, daging dan telur dari pemerintah daerah dan CSR. Kelurahan Pasir Jaya sangat diawasi oleh pemerintah. Karena di Pasir Jaya sudah banyak yang terintervensi, yang perlu diperhatikan mungkin Keluarga Rentang Stunting (KRS) karena kalau untuk yang sudah stunting alhamdulillahnya pemerintah langsung bergerak cepat untuk memperhatikan, mengintervensi keluarga yang tercatat stunting.”, tutur Rizki Dwi Nugraha, S.STP., selaku Lurah Pasir Jaya dalam sambutannya. Beliau juga menyampaikan apresiasi serta rasa senang atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan gizi yang diinisiasi oleh mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai materi yang akan disampaikan. Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai upaya memutus rantai infeksi berulang yang dapat memperburuk kondisi stunting. Materi lainnya mencakup optimalisasi pemenuhan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pedoman gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”, serta tata laksana pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) untuk mendukung pemulihan gizi anak. Penyampaian materi dibawakan oleh narasumber dari Sekolah Vokasi IPB University, yaitu Dr. R.A. Hangesti Emi Widyasari S.Pi., M.Si., bersama Tazkia Hasna Mufidah, Naura Nasywa Nabila, dan M. Raffi Akbar Maulidi. Sesi edukasi dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan semakin interaktif melalui sesi Practical Activity, yaitu praktik penyusunan porsi MP-ASI berdasarkan prinsip “Isi Piringku”. Dalam sesi ini, para ibu dan bapak baduta dilibatkan secara langsung untuk menyusun komposisi makanan menggunakan media visual yang menggambarkan berbagai kelompok bahan pangan, seperti makanan pokok, sumber protein hewani, sumber protein nabati, sayur, dan buah. Peserta kemudian mempresentasikan hasil penyusunan porsi makanan sebagai bentuk penerapan materi yang telah diperoleh selama penyuluhan. Seluruh rangkaian edukasi ditutup dengan pelaksanaan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan “Cerita Bita” diharapkan dapat mendorong ibu dan bapak baduta serta kader posyandu di Kelurahan Pasir Jaya untuk menerapkan kebiasaan makan sehat secara konsisten dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan turut mendukung pemulihan gizi anak stunting serta mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas.