JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kejadian kebakaran kembali menghebohkan warga Kabupaten Indramayu. Sebuah rumah kosong di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, dilaporkan terbakar hebat dan memicu kekhawatiran warga sekitar. Peristiwa yang terjadi pada awal April 2026 ini menarik perhatian karena dugaan mengarah pada aktivitas seorang ODGJ yang sering berada di lokasi tersebut. Kronologi Singkat Kejadian Api pertama kali terlihat pada sore hari, saat sebagian warga masih beraktivitas. Asap tebal yang membumbung tinggi langsung menjadi perhatian dan memicu ketakutan. Warga sekitar segera mendatangi lokasi dan berusaha membantu proses pemadaman sebelum petugas datang. Dalam waktu singkat, api sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan. Bangunan Terbengkalai Jadi Pemicu Risiko Rumah yang diketahui terbakar sudah lama tidak dihuni. Apalagi menurut keterangan warga, bangunan tersebut sudah terbengkalai selama puluhan tahun. Kondisi ini membuat rumah menjadi rentan terhadap berbagai risiko, termasuk kebakaran. Selain itu, bangunan kosong sering kali dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, termasuk ODGJ. Dugaan Kuat dari Aktivitas ODGJ Warga setempat mengaku sering melihat seorang ODGJ keluar masuk rumah tersebut. Sementara itu, kebakaran dipicu oleh aktivitas yang dilakukan oleh ODGJ tersebut, seperti menyalakan api di dalam bangunan. Meski belum ada kesimpulan resmi, indikasi ini cukup kuat berdasarkan keterangan saksi di lokasi. Risiko Kebakaran di Rumah Kosong Rumah kosong memang memiliki risiko kebakaran yang lebih tinggi dibandingkan rumah yang mempekerjakan. Beberapa faktor yang memicu antara lain: Tidak ada pengawasan Banyaknya bahan yang mudah terbakar Aktivitas tidak terkontrol Jika ditambah dengan kondisi bangunan yang sudah tua, risiko kebakaran akan semakin besar. Penanganan Cepat dari Damkar Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api menyebar ke rumah warga lainnya. Upaya ini cukup efektif, sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah organisasi sekitar. Tidak ada jiwa korban dalam kejadian ini, namun kerugian materi tetap menjadi perhatian. Perlu Pengawasan Lingkungan Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan lingkungan sangatlah penting. Warga diimbau untuk tidak membiarkan rumah kosong tanpa pengawasan, terutama jika berada di area organisasi yang padat. Koordinasi antarwarga dan aparat setempat bisa menjadi solusi untuk mencegah kejadian serupa. Penanganan Sosial Harus Ditingkatkan Selain aspek keamanan, kasus ini juga menyentuh isu sosial yang lebih luas, yaitu penanganan ODGJ. Tanpa penanganan yang tepat, ODGJ bisa berada dalam kondisi yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar. Pendekatan yang tepat adalah melalui layanan kesehatan mental dan pendampingan sosial.