JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Suasana berbeda terlihat di Asrama Haji Pondok Gede karena Diklat PPIH Arab Saudi 2026 resmi dimulai dengan nuansa yang jauh lebih ketat dan disiplin dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ribuan calon petugas haji kini harus mempersiapkan fisik dan mental mereka secara ekstra karena pelatihan tahun ini melibatkan instruktur khusus dari aparat keamanan untuk memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Kabar mengenai dimulainya pelatihan ini dikonfirmasi langsung dari lokasi pada hari Minggu, 11 Januari 2026, di mana para peserta mulai memadati area registrasi dengan aturan yang sangat tertib. Kementerian Haji dan Umrah tampaknya tidak main-main dalam mempersiapkan para pelayan tamu Allah tahun ini. Langkah pelibatan TNI dan Polri diambil sebagai strategi baru untuk meningkatkan ketahanan fisik dan kedisiplinan para petugas yang nantinya akan menghadapi cuaca ekstrem dan situasi padat di Tanah Suci. Gemblengan Fisik dan Mental Selama 20 Hari Total ada sebanyak 1.554 orang peserta yang tergabung dalam Diklat PPIH Arab Saudi 2026 kali ini dan mereka berasal dari berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia. Mereka akan menjalani masa karantina dan pelatihan intensif selama 20 hari penuh tanpa jeda untuk menyamakan persepsi dan standar pelayanan. Fasilitator dari unsur TNI dan Polri langsung menyambut para peserta dengan gaya komando yang tegas namun terukur sejak pintu gerbang. Pihak keluarga atau pengantar peserta pun dilarang keras untuk masuk ke dalam area komplek asrama dan hanya diperbolehkan mengantar sampai batas pagar luar saja. Hal ini dilakukan agar fokus para calon petugas tidak terpecah dan mental kemandirian mereka mulai terbentuk sejak hari pertama menginjakkan kaki di lokasi diklat. Dikutip dari keterangan jurnalis di lapangan, suasana "militer" sangat terasa saat peserta diarahkan menuju meja registrasi dan pembagian kamar barak. Agenda Harian dan Materi Pelatihan Perbedaan paling mencolok dalam Diklat PPIH Arab Saudi 2026 ini adalah adanya jadwal pembinaan jasmani atau olahraga rutin setiap pagi hari. Kegiatan fisik ini dinilai sangat krusial karena tantangan ibadah haji di Arab Saudi membutuhkan stamina yang prima, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Selain latihan fisik, para peserta juga akan mendapatkan materi kelas yang padat dari berbagai narasumber kompeten. Berikut adalah beberapa pembagian tugas dan fungsi peserta yang mengikuti pelatihan ini: - Media Center Haji (MCH): Petugas yang fokus pada penyebaran informasi dan berita haji. - Pelayanan Pelindungan Jemaah (Linjam): Unit yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban jemaah. - Penanganan Lansia dan Disabilitas: Tim khusus yang disiapkan untuk melayani jemaah prioritas agar bisa beribadah dengan nyaman. - Tim Kesehatan: Dokter dan tenaga medis yang siap siaga 24 jam. Pelaksanaan diklat yang dilakukan lebih awal, yakni satu bulan sebelum jadwal keberangkatan biasanya, menunjukkan keseriusan pemerintah. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh petugas benar-benar siap dan solid sebelum diterbangkan ke Arab Saudi untuk melayani jemaah haji Indonesia.