ATAMBUA, NETRALNEWS.COM – Benturan keras internal kalangan pejabat Kabupaten Belu memperebutkan posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Belu di kota itu, saban hari suhu perebutan kekuasaan semakin panas. Segala cara dan strategi serta konsentrasi busuk terpakai untuk menghujam pergerakan lawan—Tuhan dipaksa menentukan ambisi pejabat-pejabat dan para oligarki di kota itu untuk mengeruk keuntungan dan mengamankan kepentingan dalam jangka waktu tertentu. Membaca pola lawan yang terlihat semakin beringas serta tak mau kalah muka untuk kepentingannya, Bupati Kabupaten Belu Willybrodus Lay, S.H., tampil bak pahlawan kesiangan menyelamatkan Aloysius Fahik lantaran tak bernyali melawan pesanan Willy Manek kakak kandung Aloysius Michael Fahik, S.STP. Sebagai petinju dan pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Belu, Vincentius Kurniawan Laka, S.T., atau dipanggil Eng Laka tak diam begitu saja—ia dikabarkan telah mendekati Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, serta mendapat dukungan khusus dari Wakil Bupati Belu Vicente untuk segera bertindak mematahkan ambisi Alo Fahik yang dijagokan Bupati Belu Willy Lay. Mengetahui ada pergerakan halus mematikan di belakangnya, Bupati Willy Lay mengambil langkah taktis dengan segera menemui beberapa pejabat pusat untuk memuluskan ambisinya—bersamaan acara Fashion Show Kabupaten Belu-Kriyanusa 2026 di Jakarta, Senin (28/9/2026) sebagaimana dilaporkan jurnalis dan media abal-abal peliharaan Willy Lay dari gedung Jakarta Convention Center (JCC). Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama telah terjadi pada Jumat (18/9/2026) di Gedung Wanita Bete Lalenok, Kota Atambua, sentral Kabupaten Belu, NTT, oleh Bupati Willy Lay. Tiga pertanyaan wawancara kunci ditanyakan ke Kadis Eng Laka oleh wartawan netralnews.com tentang ia adalah calon terkuat Sekda Belu yang mendapat dukungan paling kuat serta faktor kedekatan emosional dengan Melki Laka Lena, Johni Asadoma dan Vicente, pada Rabu (30/9/2026), pukul 08.24 WIB, dari Jakarta ke Atambua melalui saluran WhatsApp dan mendapat balasan pada pukul 08.57 WIB, mengatakan ia tak tahu-menahu soal itu. “Mohon maaf, saya sampaikan begini, terkait informasi Sekda, saya tidak tahu-menahu soal itu. Saya saat ini hanya fokus bekerja sebagai Kadis Perdagind Belu, menjalankan tugas yang dipercayakan Bapak Bupati Belu”, jawab Kadis Eng Laka. Membenturkan WL dengan Vicente-Melki-Johni untuk Jabatan Sekda Belu Dua pertanyaan lanjutan tentang apa yang membuat Anda begitu istimewa mendapat dukungan dari Wabup Vicente dan Melki-Johni? – ia menjawab diplomatis, “Saya adalah ASN, saya bekerja untuk semua pimpinan dan untuk layani masyarakat Belu. Saya tidak dalam posisi untuk mengklaim dukungan dari siapa pun,” jawabnya lagi sembari menarik diri dan menanduk sesuai teknik bertinju di atas ring. Dan, ketika Anda mendapat dukungan dari orang-orang itu, apakah Anda tidak takut dengan Bupati Belu Willy Lay yang telah memberi Anda jabatan? – lagi-lagi ia sangat hati-hati mengatakan, “Hubungan saya dengan Bapak Bupati Willy Lay, Bapak Wabup Vicente, dan pimpinan di Provinsi, semuanya baik dan dalam koridor kerja. Saya menghormati dan berterima kasih kepada semua pimpinan”. “Jadi, mohon tidak diberitakan hal-hal yang bersifat spekulasi. Saya tetap bekerja seperti biasa. Terima kasih banyak atas pengertiannya, ya, Ama nai. Salam hormat,” kata Eng Laka, dengan sangat hati-hati memberi pernyataan publik yang membuat Bupati Willy Lay naik pitam. Sementara itu, sumber tepercaya di lingkaran Kementerian Dalam Negeri dan Kantor Gubernur NTT mengatakan untuk calon Sekda Belu paling terkuat adalah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Belu, Vincentius Kurniawan Laka, S.T., atau dipanggil Eng Laka. Bahkan, sumber tepercaya itu meminta tak boleh mencatumkan identitas, mengingat tensi politik untuk kepentingan masing-masing pihak sangat kuat terasa—termasuk orang dekat Presiden Prabowo ikut memberi sinyalemen tentang jabatan itu ke Eng Laka. Perlu diketahui, Eng Laka mendapat dukungan kuat dari Gubernur NTT Melki Laka Lena adalah sebagai sesama teman semasa menempuh kuliah. Lalu, dengan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma adalah sebagai sesama petinju dan pengurus Pertina NTT. Dan, dengan Wakil Bupati Belu Vicente adalah sebagai teman seperjalanan di Belu yang ingin menanduk orang-orang dekat mereka. Kemudian, Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Bupati Belu Willy Lay, sampai berita ini dikerjakan untuk disiarkan, belum mendapat tanggapan apa pun. Sedangkan, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, telah memblokir nomor kontak wartawan netralnews.com pada awal tahun 2026 karena alergi dikritik wartawan kritis