SURABAYA - Haul dua tahun wafatnya ekonom senior dan tokoh nasional Rizal Ramli, sebagai upaya menghidupkan kembali pemikiran serta mengenang kebaikan almarhum semasa hidupnya. “Rizal Ramli memang telah tiada, tapi ide dan pemikirannya harus tetap hidup,” kata Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi dalam Haul ke 2 Dr Rizal Ramli, Sabtu malam (10/1). Ketua Umum FJN Muhamad Didi Rosadi mengatakan peringatan itu bertujuan untuk menjaga agar gagasan dan pemikiran tokoh tersebut tetap relevan di tengah dinamika kebangsaan saat ini. “Rizal Ramli memang sudah tiada, tapi ide dan pemikirannya harus tetap hidup,” kata Muhamad Didi Rosadi dalam keterangannya di Surabaya. Sementara Dipo Satria Ramli mengaku terharu dengan peringatan dua tahun wafatnya mendiang ayahnya. Dipo mengatakan, selama hidupnya, Rizal Ramli mempunyai kenangan yang kuat dengan Surabaya dan Jawa Timur. Herawati Moelyono istri almarhum Rizal Ramli adalah orang Jawa Timur yang tinggal di Surabaya. “Bapak (Rizal Ramli-red) juga memiliki hubungan yang erat dengan orang-orang asal Jawa Timur yang menjadi sahabat persahabatan, seperti Gus Dur dan Ibu Khofifah Indar Parawansa,” kata ekonom asal UI tersebut. Anak kedua dari Rizal Ramli, Dipo Satria Ramli, mengaku terharu atas peringatan terselenggaranya dua tahun wafat ayah di Surabaya yang dinilai memiliki ikatan emosional kuat dengan almarhum. Dipo menyampaikan Rizal Ramli memiliki kenangan mendalam tentang Surabaya dan Jawa Timur, karena sang istri, Herawati Moelyono, berasal dari daerah tersebut. “Bapak juga memiliki hubungan yang erat dengan orang-orang asal Jawa Timur yang menjadi sahabat persahabatan,” kata pendiri paltform DANAdidik itu. Peringatan Haul 2 Tahun Rizal Ramli dipandu tuan rumah pengusaha Gus Izzag. Sejumlah tokoh memberi kesaksian tentang sosok almarhum Rizal Ramli. Mereka di antaranya adalah Rektor Universitas Trunojoyo Madura Prof Safi'i, Akademisi Unair Airlangga Pribadi, Asisten 3 Setdaprov Akhmad Jazuli dan Politikus PKS Irwan Setiawan. Selain itu, peringatan haul juga diisi dengan kesaksian sejumlah tokoh yang mengenal dekat almarhum, di antaranya Rektor Universitas Trunojoyo Madura Prof. Safi'i, pembaca Universitas Airlangga Dr. Airlangga Pribadi, Asisten III Setdaprov Jawa Timur Akhmad Jazuli, serta politikus PKS H. Irwan Setiawan. Kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah elemen masyarakat, di antaranya aktivisme PAC IPNU-IPPNU Jabon Sidoarjo, GMNI Surabaya Raya, Pemuda Katolik, dan media jurnalis di Jawa Timur. Haul ditutup tausiyah, doa dan tahlil yang dipimpin oleh akademisi muda NU, Prof. Moh Mukhrojin. (***) Aji Setiawan