JAKARTA, NETRALNEWS.COM — Hari Tuli Nasional kembali diperingati pada 11 Januari 2026 di berbagai daerah di Indonesia. Momentum tahunan ini mengajak masyarakat lebih memahami kehidupan penyandang tuli, mulai dari akses pendidikan, penggunaan bahasa isyarat, hingga etika berkomunikasi di ruang sosial. Hari Tuli Nasional ditetapkan dalam Rakernas ke-3 Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) pada 21–23 September 2017. Tanggal 11 Januari dipilih karena merupakan hari lahir Serikat Kaum Tuli (SEKATI), organisasi tuli pertama di Indonesia yang berdiri di Bandung pada 11 Januari 1960. Sejak itu, peringatan ini menjadi simbol perjuangan penyandang tuli untuk mendapat akses setara dalam berbagai bidang. Tahun ini, isu utama yang diangkat masih berkaitan dengan aksesibilitas, kesempatan kerja, pendidikan inklusif, dan hak komunikasi. Tidak sedikit komunitas tuli yang menilai bahwa pemahaman publik terhadap bahasa isyarat dan etika interaksi masih perlu diperkuat agar penyandang tuli dapat berpartisipasi optimal dalam aktivitas sosial.