MALANG RAYA — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Indonesia Universitas Al-Qolam Malang menggelar Festival Bahasa sebagai puncak rangkaian Bulan Bahasa, Senin (10/11/2024), di Auditorium Universitas Al-Qolam Malang. Kegiatan ini diikuti mahasiswa internal dan peserta lomba dari berbagai SMA/SMK se-Malang Raya, beserta para guru pendamping. Acara berlangsung meriah dan diikuti dengan antusias. Festival Bahasa tahun ini mengusung seminar bertema “Bahasa dan Pendidikan sebagai Pilar Pembangunan” dengan dua narasumber, yakni dosen Tadris Bahasa Indonesia Muhammad Izzi Baiquni, M.Pd., serta anggota DPR RI Dapil Jawa Timur H. Ma’ruf Mubarok, S.H., yang diwakili sekretarisnya, Rafly. Ketua pelaksana, Ana Fitria, mahasiswa semester III Tadris Bahasa Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Bahasa bertujuan meningkatkan kecintaan terhadap bahasa dan dunia literasi. “Kegiatan ini diharapkan dapat memupuk kesadaran berbahasa dan pentingnya pendidikan. Selain seminar, kami juga menggelar lomba cipta dan baca puisi, esai KTI, serta penulisan cerpen,” ujarnya. Ketua HMPS TBI, Andri, menambahkan bahwa momentum Bulan Bahasa menjadi pengingat pentingnya literasi, terutama bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia. “Literasi adalah pondasi bagi mahasiswa TBI. Tidak mungkin menjadi mahasiswa TBI tanpa gemar membaca,” tegasnya. Pimpinan fakultas turut hadir mendukung kegiatan ini. Dekan Tarbiyah, Abdurrohim, M.Pd.I., serta Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia Dr. Kholik, M.Pd., membuka acara secara resmi. Dalam pemaparan materi, narasumber pertama, Muhammad Izzi Baiquni, menekankan pentingnya penguatan literasi baca di lingkungan pendidikan. “Mahasiswa perlu tidak hanya membaca, tetapi mampu menemukan makna tersirat dari teks. Keterampilan ini mulai jarang ditemui,” paparnya. Sementara itu, narasumber kedua melalui perwakilan Rafly menyampaikan pentingnya bahasa sebagai alat pemersatu bangsa sekaligus instrumen pembangunan. “Bahasa Indonesia menjadi identitas nasional dan telah mempersatukan masyarakat sejak masa perjuangan,” jelasnya. Salah satu peserta seminar sekaligus juara II lomba esai, Haidar, mengaku kegiatan ini mendorong dirinya lebih serius dalam riset. “Kegiatannya bagus dan menantang. Semoga durasi presentasi bisa diperpanjang. Tapi selebihnya luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum. Festival Bahasa HMPS TBI Al-Qolam Malang ini menjadi wadah kolaborasi mahasiswa, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat posisi bahasa sebagai pilar perubahan sosial dan pembangunan bangsa.