NABIRE, NETRALNEWS.COM - Panitia Musyawarah Besar (Mubes) ke-II Distrik Fajar Timur terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan agenda musyawarah yang membawa kepentingan masyarakat di wilayah Fajar Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026) di Kali Bobo, Nabire, Papua Tengah. Rapat tersebut dihadiri lebih dari 15 orang yang terdiri atas panitia, intelektual, mahasiswa, dan tokoh pemuda. Sejumlah hal menjadi perhatian dalam rapat, mulai dari kebutuhan administrasi panitia, pengadaan printer, penggalangan dana secara sukarela, perkembangan kepanitiaan, hingga persiapan pra-Mubes dan pelaksanaan Mubes. Ketua Panitia Pelaksana Mubes ke-II Distrik Fajar Timur, Martinus Nakapa, S.IP., dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan seluruh panitia untuk memastikan setiap tahapan persiapan berjalan dengan baik. Menurut Martinus, keterbatasan fasilitas maupun materi tidak seharusnya menghentikan agenda yang telah direncanakan. Karena itu, panitia perlu membangun koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk pemerintah kampung, kaum intelektual, tokoh masyarakat, pemuda, serta pihak-pihak yang dapat memberikan dukungan. Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah pengadaan printer untuk mendukung administrasi dan pembukuan panitia. Berdasarkan notulen rapat, pengumpulan dana secara sukarela ditargetkan hingga Minggu, 3 Oktober 2026. Martinus Nakapa juga mengingatkan bahwa keberhasilan Mubes tidak hanya bergantung pada panitia inti, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat Fajar Timur secara luas. “Agenda ini harus kita jalankan bersama. Walaupun kemampuan materi terbatas, persiapan dan komunikasi tidak boleh berhenti,” demikian pokok sambutan yang disampaikan dalam pembahasan panitia. Intelektual Dorong Kebersamaan Sambutan berikutnya disampaikan Isak Kedepa, S.H., yang hadir mewakili intelektual Fajar Timur. Dalam penyampaiannya, Isak menekankan pentingnya peran kaum intelektual dalam memberikan dukungan terhadap proses Mubes. Dukungan tersebut tidak hanya berupa materi, tetapi juga gagasan, tenaga, komunikasi, dan fasilitasi agar agenda masyarakat dapat berjalan secara terarah. Pembahasan panitia juga mencatat perlunya komunikasi dengan para intelektual dan pejabat untuk memperoleh dukungan terhadap kebutuhan persiapan Mubes. Isak mengajak seluruh elemen Fajar Timur melihat Mubes sebagai ruang bersama untuk membicarakan berbagai persoalan masyarakat serta menentukan langkah yang dapat dilakukan secara kolektif. Menurutnya, keterlibatan generasi muda, intelektual, tokoh masyarakat, dan pemerintah perlu ditempatkan dalam semangat membangun komunikasi yang terbuka. Tokoh Pemuda Tekankan Peran Generasi Muda Sementara itu, Otniel Kobepa selaku tokoh pemuda Fajar Timur turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam seluruh rangkaian persiapan Mubes ke-II. Ia mendorong pemuda agar tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil bagian dalam kerja kepanitiaan, penggalangan dukungan, komunikasi antarwilayah, dan persiapan pra-Mubes. Keterlibatan pemuda dinilai penting karena keberlanjutan kehidupan sosial, lingkungan, dan pembangunan di Fajar Timur juga akan menjadi bagian dari tanggung jawab generasi muda. Panitia Siapkan Penggalangan Dukungan Dalam rapat tersebut, panitia membahas sejumlah strategi untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan. Salah satunya dengan menggalang dukungan dari setiap koordinator wilayah. Panitia juga merencanakan komunikasi dengan kepala distrik dan pendamping lokal desa untuk membicarakan kemungkinan dukungan terhadap agenda Mubes. Selain itu, koordinasi dengan unsur pendamping sosial distrik juga dibahas terkait kemungkinan dukungan sosial. Panitia menegaskan bahwa kebutuhan administrasi menjadi salah satu hal yang harus segera dipenuhi. Printer diperlukan untuk mendukung pekerjaan administrasi dan pembukuan selama proses persiapan Mubes. Dalam rapat juga disebutkan adanya printer dari kalangan mahasiswa yang dapat menjadi salah satu alternatif fasilitas pendukung. Mubes Didorong Menjadi Ruang Bersama Panitia Mubes ke-II Distrik Fajar Timur menempatkan perlindungan manusia dan alam sebagai salah satu pokok penting dalam agenda yang sedang dipersiapkan. Notulen rapat menyebutkan bahwa tujuan Mubes adalah menjaga dan menyelamatkan alam serta manusia Fajar Timur, termasuk menghadapi berbagai ancaman terhadap masyarakat dan lingkungan. Karena itu, panitia menilai persiapan Mubes perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pra-Mubes juga disebut sebagai salah satu tahapan yang harus dilaksanakan sebelum Mubes utama. Setiap koordinator wilayah diminta melakukan koordinasi di wilayah masing-masing sekaligus membantu penggalangan dukungan. Panitia berharap seluruh proses tersebut dapat memperkuat komunikasi masyarakat Fajar Timur sehingga Mubes ke-II tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk membicarakan masa depan masyarakat dan lingkungan.