MALANG, NETRALNEWS.COM — Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM), menggelar Lokakarya Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Aula Lantai 9 Gedung A19 UM, Selasa (29/9/2026). Kegiatan yang diikuti hampir 300 mahasiswa ini menjadi bagian dari persiapan pengajuan proposal PKM pada awal 2027. Lokakarya tersebut tidak hanya berfokus pada pembekalan teknis penulisan proposal, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar dan berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Sastra UM, Dr. Moch. Syahri, S.Sos., M.Si. Turut hadir Wakil Dekan I Fakultas Sastra, Evynurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D., serta pimpinan Departemen Sastra Indonesia, Dr. Azizatuz Zahro', S.Pd., M.Pd. Menariknya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga terlibat aktif dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Sejumlah mahasiswa menjadi bagian dari kepanitiaan, mulai dari menangani kebutuhan teknis, mengoordinasikan peserta, hingga mendukung kelancaran acara. Pelibatan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya Departemen Sastra Indonesia untuk menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Hadirkan Dua Narasumber Berpengalaman Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Sultan, M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar dan Dr. Novi Eka Susilowati, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang. Keduanya berbagi pengalaman dan perspektif mengenai penyusunan proposal PKM, termasuk cara menggali, mengembangkan, dan merumuskan ide agar lebih terarah, relevan, serta berpotensi menjadi karya yang bermanfaat. Diskusi dipandu oleh dosen Departemen Sastra Indonesia, Mochamad Ighfir Sukardi, S.Pd., M.Li., yang bertindak sebagai moderator. Penanggung jawab kegiatan, Dr. Karkono, S.S., M.A., mengatakan pembekalan sejak dini diperlukan agar mahasiswa tidak hanya memahami teknis penulisan proposal, tetapi juga mampu menemukan gagasan dari persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana menyusun proposal secara teknis, tetapi juga mampu menemukan dan mengembangkan gagasan yang berangkat dari persoalan di sekitarnya. Karena pada akhirnya, PKM bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan tentang bagaimana mahasiswa belajar mengubah kegelisahan, gagasan, dan persoalan menjadi karya yang kreatif, terukur, dan memberikan manfaat," kata Karkono. Dorong Gagasan Menjadi Karya yang Bermanfaat Selama lokakarya berlangsung, peserta tidak hanya menyimak materi yang disampaikan narasumber, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan pengembangan gagasan. Melalui kegiatan ini, Departemen Sastra Indonesia UM berharap mahasiswa semakin siap menyusun proposal PKM untuk pengajuan pada awal 2027. Lebih dari sekadar persiapan mengikuti kompetisi, lokakarya ini diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengawal ide, merumuskannya menjadi proposal, hingga mengembangkannya menjadi karya kreatif yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.