PALEMBANG - Dampak kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan turut meningkatkan jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan mencatat sebanyak 40.555 kasus ISPA terjadi sepanjang September 2026. Menanggapi lonjakan kasus tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mengambil langkah dengan membebaskan biaya pengobatan bagi warga yang mengalami ISPA akibat paparan kabut asap karhutla. Kebijakan itu diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan dampak kesehatan yang muncul akibat memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak.