JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026) sore. Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil melokalisir kobaran api sehingga tidak merambat lebih luas. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan, setelah api berhasil diblokir, petugas masih melanjutkan proses pendinginan di lokasi. "Update terbaru untuk kebakaran di Kecamatan Gambir ini sudah bisa dilokalisir, tinggal pendinginan saja," kata Syarifudin di lokasi kebakaran, Senin. Penanganan kebakaran tersebut melibatkan kekuatan cukup besar. Sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dengan 135 personel dikerahkan untuk menjinakkan api yang sempat merambat cepat karena kondisi permukiman yang padat. Jumlah armada awalnya mencapai 27 unit. Namun, petugas kemudian menambah dua unit setelah menemukan indikasi api mulai merambat ke sebuah bangunan kosong di sekitar lokasi. "Personel diterjunkan untuk sementara 27 unit. Tadi penambahan dua unit karena ada indikasi terbakar gedung kosong, kita tambah dua unit lagi. Jadi, total 29 unit dengan 135 personel," ujar Syarifudin. Proses pemadaman bukan tanpa kendala. Kepadatan bangunan dan akses jalan yang sempit membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik api. Sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi juga menjadi tantangan karena petugas harus membentangkan selang dalam jarak yang panjang. Selain persoalan akses dan sumber air, petugas juga memastikan aliran listrik di sekitar lokasi dipadamkan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko keselamatan bagi petugas yang masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan. "Sudah, sudah padam," kata Syarifudin terkait aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran. Di sisi lain, kepolisian turut mengerahkan personel untuk membantu proses pengamanan dan penanganan warga. Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal mengatakan sekitar 100 personel dikerahkan bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, dan masyarakat. Hingga proses pendataan berlangsung, belum ada laporan korban jiwa dari masyarakat akibat kebakaran tersebut. "Alhamdulillah, untuk korban jiwa dari masyarakat sampai hari ini belum ada, dan kita masih terus melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terbakar di dua RT," ungkap Mirzal. Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran di Kecamatan Gambir tersebut berdampak cukup besar. Sebanyak 114 rumah terdampak, dengan jumlah 310 kepala keluarga atau sekitar 880 jiwa. Untuk membantu warga yang terdampak, tim tanggap bencana juga menyiapkan posko. Posko tersebut nantinya digunakan untuk pendataan sekaligus penanganan kebutuhan warga setelah kebakaran. Penentuan lokasi posko akan dikoordinasikan bersama camat, lurah, serta pengurus RT dan RW setempat agar penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi warga di lapangan. Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. Tim identifikasi forensik akan melakukan pemeriksaan setelah petugas pemadam menyelesaikan proses pendinginan dan memastikan lokasi cukup aman untuk dilakukan penyisiran. "Saat ini, tim identifikasi forensik sudah standby untuk melakukan penyisiran apabila nanti pendinginan sudah dilakukan," tutur Mirzal. Dengan api yang telah berhasil dilokalisir, petugas kini fokus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Pendataan rumah terdampak dan warga yang membutuhkan bantuan juga terus dilakukan oleh petugas gabungan.