JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah otoritas keamanan Arab Saudi melaporkan adanya upaya serangan udara yang menargetkan wilayah ibu kota. Kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Riyadh menjadi sasaran serangan drone pada Selasa (3/3/2026) dini hari waktu setempat. Sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat unit drone tersebut sebelum mencapai target utama. Melansir laporan dari Reuters, suara ledakan keras terdengar di langit Riyadh saat rudal pencegat menghancurkan drone tersebut di zona aman. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang signifikan dalam insiden ini. Pemerintah Amerika Serikat melalui juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Pihak Kedubes AS di Riyadh kini memperketat protokol keamanan bagi seluruh staf diplomatik dan warga sipil Amerika yang berada di sekitar lokasi. Pasukan Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengonfirmasi bahwa drone yang digunakan memiliki spesifikasi teknis yang sering dikaitkan dengan kelompok milisi regional. Mengutip pemberitaan dari Al Jazeera, investigasi awal menunjukkan bahwa drone tersebut membawa muatan bahan peledak ringan yang dirancang untuk serangan presisi. Otoritas keamanan setempat telah menyisir puing-puing perangkat tersebut untuk keperluan forensik militer. Sejauh ini, belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas tindakan agresi tersebut. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan komitmennya dalam melindungi seluruh misi diplomatik di wilayah kerajaan. Tindakan tegas akan diambil terhadap pihak manapun yang mencoba mengancam keamanan kedaulatan dan fasilitas internasional. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan situasi keamanan terkini.