JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperluas pembinaan industri kecil dan menengah (IKM) dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk menghadirkan layanan konsultasi bisnis gratis melalui program Mentor Hub. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi membangun kerja sama lintas sektor untuk memperkuat struktur industri nasional. Menurut Agus, perguruan tinggi memiliki sumber daya, kompetensi, serta basis pengetahuan dan inovasi yang dapat melengkapi berbagai program pembinaan yang telah dijalankan pemerintah. “Mitra kolaborasi tentunya memiliki pandangan, pengalaman, sumber daya, dan solusi tersendiri yang dapat saling melengkapi agar program-program Kemenperin menjadi lebih tepat sasaran dan efektif,” kata Menperin dalam pernyataan yang telah dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi PDB IKM terhadap industri pengolahan nonmigas mencapai 21,07 persen pada triwulan II 2026. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terserap sektor IKM pada Februari 2026 mencapai 13,06 juta orang dengan jumlah unit usaha sebanyak 4,44 juta. Upaya memperluas jangkauan pembinaan tersebut mulai dijalankan Kemenperin sejak 22 September 2026 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA). Program tersebut dilaksanakan bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Ciputra Surabaya, Telkom University, Universitas Pertamina, dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan bahwa kerja sama tersebut diwujudkan melalui Mentor Hub, yakni layanan konsultasi bisnis secara daring dan tanpa biaya yang tersedia melalui web-app Smart Sentra. Pelaku IKM dapat memilih mentor berdasarkan kebutuhan maupun permasalahan bisnis yang dihadapi. Setelah itu, mereka dapat mengikuti konsultasi selama 30 menit sesuai jadwal yang tersedia dari mentor yang dipilih. Hingga saat ini, Mentor Hub melibatkan 29 mentor yang berasal dari lima perguruan tinggi. Dalam tahap uji coba pada September 2026, telah berlangsung 45 sesi konsultasi. Empat topik yang paling banyak menjadi pembahasan dalam sesi tersebut meliputi desain produk, branding, pemasaran, serta strategi bisnis. Direktur Industri Kimia, Sandang dan Kerajinan Ditjen IKMA Kemenperin Budi Setiawan mengatakan konsultasi yang diberikan juga menghasilkan masukan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pembinaan IKM. “Konsultasi IKM ini tentunya juga menjadi masukan bagi kami untuk penyempurnaan layanan, dan juga menjadi insight untuk lebih memahami dan menyiapkan kebijakan dan program pembinaan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Budi. Dia menambahkan, Kemenperin akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Mentor Hub. Kolaborasi juga akan diperluas melalui penambahan perguruan tinggi mitra serta tenaga pengajar yang terlibat dalam program tersebut.