JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, khususnya pada sektor air minum dan sanitasi. Upaya tersebut dilakukan di lima kabupaten/kota, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memperoleh akses terhadap layanan dasar. “Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Menurut dia, proses pemulihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penanganan darurat guna mengembalikan layanan yang paling dibutuhkan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi melalui pembangunan infrastruktur permanen. Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU melaksanakan pemulihan infrastruktur air minum, sanitasi, dan persampahan di wilayah terdampak bencana. Pada tahap awal, penanganan diarahkan untuk mengembalikan fungsi layanan dasar yang terganggu akibat bencana. Setelah kebutuhan mendesak terpenuhi, pembangunan infrastruktur permanen dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan dalam jangka panjang. Di sektor air minum, pekerjaan dibagi ke dalam dua paket yang mencakup lima daerah terdampak. Hingga periode 18–24 September 2026, progres fisik Paket 1 yang meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga telah mencapai 31,30 persen. Sementara itu, Paket 2 yang mencakup Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Langkat telah mencapai 39,13 persen. Pada Paket 1, pembangunan permanen di Kabupaten Tapanuli Tengah mencakup Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Pandan dan Tukka, SPAM IKK Sibabangun, serta SPAM IKK Pinangsori. Adapun di Kota Sibolga, pekerjaan meliputi pembangunan SPAM IKK Sarudik, intake permanen di sumber Aek Doras, serta jaringan perpipaan dan sambungan rumah di kawasan hunian tetap (huntap) Aek Parombunan. Sementara itu, pada Paket 2, pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara mencakup SPAM IKK Tarutung dan SPAM Huntap Dolok Nauli. Di Kabupaten Tapanuli Selatan, pekerjaan dilakukan pada SPAM IKK Batangtoru, Huntap Desa Napa, dan Huntap Desa Hapesong di Kecamatan Batangtoru. Untuk Kabupaten Langkat, penyediaan air bersih dilakukan melalui pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan di Desa Pulau Banyak, Desa Pekubuan, Desa Cempa, serta Desa Muka Paya. Selain kawasan permukiman, pemulihan layanan air bersih juga menyasar fasilitas kesehatan. Penyediaan air bersih di RSUD Tanjung Pura masih berlangsung, sedangkan pemasangan sarana air bersih di Puskesmas Pantai Cermin telah rampung. Di sektor sanitasi dan persampahan, pembangunan infrastruktur permanen terus dilanjutkan setelah tahap penanganan darurat selesai. Hingga minggu ke-36 periode 15–21 September 2026, progres fisik keseluruhan pekerjaan telah mencapai 29,86 persen. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, pekerjaan meliputi pengadaan bak arm roll untuk kawasan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap. Di Kota Sibolga, pekerjaan mencakup pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA), pengadaan bak arm roll di Huntap Aek Parombunan, serta optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Utara dilakukan pengadaan bak arm roll, sedangkan di Kabupaten Tapanuli Selatan pekerjaan difokuskan pada optimalisasi TPA Sipirok dan pengadaan bak arm roll guna mendukung layanan persampahan. Kementerian PU berharap percepatan pemulihan tersebut dapat mengembalikan akses masyarakat terhadap layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur yang dibangun untuk mendukung ketahanan wilayah terhadap bencana di masa mendatang.