JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebut peningkatan pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu tantangan penting yang perlu dijawab jajaran baru Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam mengatakan kedekatan antara kepolisian dan masyarakat perlu terus diperkuat, terutama melalui respons yang cepat terhadap berbagai keluhan warga. “Salah satu yang paling signifikan adalah mendekatkan polisi ke masyarakat dan keluh kesah masyarakat itu direspons dengan cepat,” kata anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam kepada ANTARA di Jakarta, Minggu. Menurut Anam, upaya tersebut selaras dengan visi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto yang mengusung semangat “Polri Bersama Masyarakat”. Ia menilai kedekatan dengan masyarakat dapat dibangun melalui budaya kepolisian yang rendah hati (low profile) dan terbuka untuk merangkul seluruh pihak. “Memastikan juga masyarakat aman dan tertib sesuai dengan tugas pokok,” imbuhnya. Anam juga menekankan pentingnya penguatan sistem yang mampu menjamin kepolisian memberikan respons secara cepat ketika masyarakat membutuhkan pelayanan. Ia mengatakan fondasi untuk mendukung respons cepat tersebut sebenarnya telah dibangun pada masa kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Karena itu, sistem yang sudah tersedia perlu diperkuat dan dikembangkan pada era kepemimpinan Suyudi. “Tinggal mengembangkan, memperkuat, dan meneruskannya. Salah satunya berbagai mekanisme digitalisasi pengaduan, termasuk pengaduan di Propam,” katanya. Di sisi lain, Anam menilai personel yang masuk dalam jajaran baru Polri merupakan sosok terpilih dengan rekam jejak yang dinilai sesuai dengan arah pengembangan Korps Bhayangkara ke depan. “Saya yakin Pak Kapolri memiliki pertimbangan untuk memastikan bahwa apa yang menjadi visi misinya, apa yang menjadi target ke depan di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru, tentu saja dia akan memilih orang-orang yang terbaik untuk menjalankan visi misi tersebut dan target pengembangan organisasi kepolisian ke depan,” katanya menjelaskan. Pergantian sejumlah posisi di tubuh Polri dilakukan sehari setelah Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri. Pada saat itu, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen). Mutasi tersebut ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Perubahan jabatan mencakup sejumlah posisi strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Dari keseluruhan 88 personel yang mengalami mutasi, sebanyak 70 personel memperoleh promosi atau ditugaskan pada jabatan baru. Pergantian tersebut juga meliputi 14 posisi pejabat utama Mabes Polri serta 19 jabatan kepala kepolisian daerah (kapolda).