PANIAI, NETRALNEWS.COM - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai memberikan sosialisasi mengenai pencegahan HIV/AIDS kepada Departemen Pemuda Gereja Kemah Injil di Tanah Papua (KINGMI), dalam rangkaian penutupan pelayanan Youth Empowerment, Di Enarotali, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (30/9/2026) dan menjadi salah satu momentum bagi pemuda KINGMI untuk memperoleh pemahaman mengenai HIV/AIDS, faktor risiko penularan, pencegahan, serta pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan generasi muda Papua. Kegiatan pelayanan pemuda tersebut mengusung tema “Jangan Hancur di Tengah Krisis Zaman, Bangkit Hidup dalam Kristus”, yang diambil dari Efesus 5:14. Dalam kegiatan itu, KPA Kabupaten Paniai hadir memberikan materi dengan tema “Pemuda KINGMI Peduli, Cegah, Kendali, Menjadi Gereja yang Tidak Terinfeksi di Masa Depan.” Materi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran pemuda mengenai bahaya HIV/AIDS sekaligus mendorong pemuda agar memiliki pengetahuan yang benar tentang cara pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Pdt. Dr. Fredinel Pigai, S.Th., M.Th., Bupati Paniai Yampit Nawipa, Amd.Tek., serta Tim KPA Kabupaten Paniai. Ketua KPA Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, S.IP dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan KPA dalam kegiatan kepemudaan merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap persoalan kesehatan, khususnya HIV/AIDS. Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan karena mereka merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan masyarakat Papua. Ia mendorong pemuda KINGMI untuk tidak hanya memperoleh informasi mengenai HIV/AIDS, tetapi juga mampu menyampaikan pengetahuan yang benar kepada lingkungan masing-masing. “Pemuda harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. Pengetahuan tentang HIV/AIDS perlu dipahami dengan benar agar tidak terjadi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV,” demikian pokok pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, materi khusus mengenai pencegahan HIV/AIDS disampaikan oleh Kosmas Kudubun, S.Tr.Kes. Ia memberikan pemahaman kepada peserta mengenai HIV/AIDS dan pentingnya perilaku hidup sehat serta bertanggung jawab. Kudubun juga menekankan pentingnya pemuda Papua memiliki pengetahuan yang cukup mengenai HIV/AIDS, termasuk memahami cara penularan dan cara pencegahannya. Menurut materi yang disampaikan, pencegahan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, gereja, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan masyarakat. Pemuda juga didorong untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang keliru mengenai HIV/AIDS. Pengetahuan yang benar diperlukan agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara tepat sekaligus mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV. Ketua Departemen Pemuda KINGMI di Tanah Papua, Ev. Salmon Degei, S.Th., M.Th., mengatakan kegiatan Youth Empowerment merupakan bagian dari pelayanan pemuda Gereja KINGMI di Tanah Papua. Ia menyampaikan bahwa pelayanan kepemudaan tidak hanya berkaitan dengan pembinaan iman, tetapi juga menyentuh persoalan kehidupan pemuda yang dihadapi dalam perkembangan zaman, termasuk kesehatan dan tantangan sosial. Menurutnya, pembekalan mengenai HIV/AIDS menjadi penting agar pemuda gereja memiliki pemahaman yang lebih luas dan mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pemuda untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kehidupan, kesehatan, dan masa depan generasi muda Papua. Selain memberikan materi, KPA Kabupaten Paniai turut memberikan sumbangan sukarela untuk mendukung pelayanan kepemudaan di Paniai. Dukungan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan KPA dalam mendukung kegiatan yang menyentuh pembinaan dan pemberdayaan pemuda. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kebersamaan antara para narasumber, pengurus Departemen Pemuda KINGMI, tim KPA Kabupaten Paniai, dan para ratusan peserta. Melalui kegiatan tersebut, pesan utama yang dibawa adalah agar pemuda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan pencegahan HIV/AIDS melalui pengetahuan, kepedulian, dan perilaku hidup yang bertanggung jawab. Bagi pemuda KINGMI di Tanah Papua, pesan tersebut sejalan dengan tema pelayanan “Jangan Hancur di Tengah Krisis Zaman, Bangkit Hidup dalam Kristus”, yakni membangun generasi muda yang memiliki ketahanan iman sekaligus kepedulian terhadap persoalan kesehatan dan kehidupan sosial di tengah masyarakat.