YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ulama kharismatik KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha mengulas keistimewaan luar biasa Surat Al-Fatihah dalam pengajian ba’da Subuh di Yogyakarta, Jumat (9/1). Dalam ceramahnya, Gus Baha menegaskan bahwa Al-Fatihah bukan sekadar bacaan rutin dalam salat, melainkan kalam Allah yang sarat kekuatan spiritual. “Al-Fatihah itu sedemikian istimewanya. Dalam riwayat disebutkan, saat surat ini turun, iblis dan para setan sedang berkumpul, dan iblis merasakan sakit yang luar biasa,” ujar Gus Baha dalam pengajiannya. Menurut Rais Syuriyah PBNU tersebut, Al-Fatihah menjadi surat yang sangat populer karena pahalanya besar dan memiliki pengaruh kuat dalam menjaga manusia dari perbuatan dosa. “Setan berkata, ‘Saya bukan sakit fisik, tapi sakit karena ada surat yang pahalanya bisa menyelamatkan manusia dari neraka.’ Itu sebabnya Al-Fatihah menjadi surat yang sangat dijaga keberkahannya,” kata Gus Baha. Gus Baha juga menjelaskan bahwa hubungan antara hamba dan Allah tergambar jelas dalam ayat iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, yang menegaskan ketundukan total sekaligus permohonan pertolongan hanya kepada Allah SWT. “Al-Fatihah itu kalamullah yang sudah Allah ‘hadiahkan’ kepada kita. Seperti orang tua mengajarkan kata-kata kepada anaknya, maka kalimat itu menjadi milik sang anak. Begitu pula Al-Fatihah,” tuturnya. Ia menekankan bahwa setiap lafaz dalam Al-Fatihah memiliki makna yang sangat dalam dan tidak boleh dibaca secara monoton tanpa penghayatan. “Jangan anggap kalimat itu biasa. Di dunia ini tidak ada yang bisa menandingi kekuatan kalimah. Satu kata yang dibenarkan seluruh makhluk di bumi, efeknya luar biasa,” jelas Gus Baha. Lebih lanjut, Gus Baha menyebut Al-Fatihah sebagai doa, ikrar, sekaligus pedoman hidup yang akan dipetik hasilnya di akhirat kelak. “Ini ikrar kita sebagai hamba kepada Allah, yang nanti akan kita panen di akhirat. Maka bacalah Al-Fatihah dengan penuh kesadaran dan penghayatan,” pungkasnya. KH Bahauddin Nursalim dikenal sebagai ulama ahli tafsir Al-Qur’an, pengasuh Pondok Pesantren LP3IA, serta Ketua Tim Tafsir Al-Qur’an Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.